news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Purbaya Percaya Diri Panda Bond Laris di China: Rating AAA Itu Bukan Bohong

Purbaya mengatakan hingga kini pemerintah belum dapat memastikan nilai akhir pemesanan karena proses book building masih berlangsung dan baru akan ditutup pada Jumat.
Jumat, 24 Juli 2026 - 11:15 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis penerbitan Panda Bond perdana Indonesia di pasar keuangan China mendapat sambutan positif dari investor.

Keyakinan itu didorong tingginya minat pasar selama masa penawaran serta keberhasilan instrumen tersebut mengantongi peringkat AAA dari lembaga pemeringkat di China.

Meski demikian, Purbaya mengatakan hingga kini pemerintah belum dapat memastikan nilai akhir pemesanan karena proses book building masih berlangsung dan baru akan ditutup pada Jumat.

“Bagus nilainya, cuma saya belum tahu hasil akhir seperti apa, karena besok ya, Jumat kalau nggak salah ininya (closing book). Tapi ini bagus closing book-nya. Nanti saya cek lagi,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (24/7/2026).

Menurut Purbaya, salah satu faktor yang membuat Panda Bond menarik bagi investor adalah peringkat AAA yang berhasil diperoleh. Ia bahkan menyinggung tudingan sejumlah pihak yang meragukan klaim tersebut.

Purbaya menegaskan bahwa status peringkat tertinggi itu bukan sekadar klaim pemerintah, melainkan telah dibuktikan melalui dokumen resmi dari lembaga pemeringkat di China.

“Yang jelas kita AAA (rating), jadi nggak bohong itu ada suratnya dari sana. Ada yang bilang saya bohong katanya, bohong gimana di sana ada suratnya kan,” ujarnya.

Pemerintah menerbitkan Panda Bond dengan nilai US$1 miliar. Menurut Purbaya, besaran tersebut dipilih secara terukur sebagai langkah awal memperkenalkan Indonesia ke pasar obligasi domestik China tanpa membebani pasar dengan pasokan yang terlalu besar.

“Berikutnya kalau dibutuhkan nanti di-issue lagi atau lebih besar,” ujarnya.

Selain sebagai tahap pengenalan pasar, pembatasan nilai penerbitan juga bertujuan menjaga daya tarik instrumen tersebut di mata investor, terutama dari sisi imbal hasil (yield).

“Makanya dibatasi US$1 miliar supaya imbal hasilnya bagus, masih kita lihat, masih book building kita lihat hari ini penutupannya seperti apa,” sebut Purbaya.

Panda Bond merupakan obligasi yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar keuangan China dengan denominasi mata uang yuan.

Instrumen ini menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas sumber pembiayaan sekaligus mendiversifikasi basis investor global di luar pasar obligasi konvensional. (agr/muu)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

11:10
01:48
08:01
05:28
03:56
01:39

Viral