- Julio Trisaputra-tvOne
IHSG Ditutup Anjlok ke 6.130, Investor Wait and See Menanti Hasil Rapat The Fed
Jakarta, tvOnenews.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (29/7/2026) sore. Pelemahan terjadi seiring dengan pelaku pasar yang masih memilih menunggu arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).
Pada akhir perdagangan, IHSG terkoreksi 55,19 poin atau 0,89% ke level 6.130,59. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga turun 4,53 poin atau 0,74% menjadi 608,03.
"IHSG berlanjut melemah di tengah tekanan depresiasi Rupiah,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Dari pasar global, harga minyak mentah masih melanjutkan koreksi setelah muncul laporan mengenai pembicaraan antara Iran, Arab Saudi, dan Oman terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang dijadwalkan berlangsung Rabu (28/7) malam waktu setempat.
Konsensus pasar memperkirakan arah kebijakan suku bunga dipengaruhi oleh inflasi AS yang mulai melandai serta tren penurunan harga minyak mentah dunia.
Di pasar domestik, nilai tukar rupiah kembali melemah. Mata uang Garuda ditutup turun 0,41% ke level Rp18.083 per dolar AS di pasar spot, mendekati rekor terendah sepanjang masa di posisi Rp18.190 per dolar AS.
Ratna menjelaskan pelemahan rupiah masih dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi eksternal, tekanan berasal dari penguatan indeks dolar AS menjelang pengumuman hasil rapat The Fed pekan ini.
"Investor masih bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif berikutnya yang dinilai dapat berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral ke depannya," ujar Ratna.
Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka di zona merah dan terus bergerak di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks juga gagal berbalik menguat dan mengakhiri perdagangan dengan pelemahan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor barang konsumen primer yang mampu mencatatkan kenaikan sebesar 0,43%.
Sebaliknya, sepuluh sektor lainnya berakhir di zona merah. Sektor properti memimpin pelemahan dengan penurunan 2,78%, disusul sektor energi yang turun 1,59% dan sektor keuangan yang terkoreksi 0,93%.
Saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi pada perdagangan hari ini antara lain KOBX, ALKA, DWGL, MCAS, dan ZONE. Sementara saham dengan pelemahan terdalam ditempati MPRO, KDTN, DMMX, ARKO, dan TAMA.
Aktivitas perdagangan berlangsung sebanyak 1.659.000 transaksi dengan volume mencapai 24,09 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp12,12 triliun. Sebanyak 281 saham menguat, 380 saham melemah, sedangkan 304 saham ditutup tidak berubah.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga ditutup bervariasi. Indeks Nikkei turun 3,83% ke 62.446,00, Shanghai Composite melemah 1,16% ke 3.813,31, Hang Seng menguat 0,41% ke 25.310,85, Kospi terkoreksi 10,84% ke 6.023,66, sedangkan Strait Times turun tipis 0,02% ke 5.619,22. (ant/rpi)