- tvOnenews.com/Syifa Aulia
Kepala BGN Sebut Tunggakan MBG Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga Masih Diaudit: Percayalah pada Sistem
Agustina menjelaskan tunggakan tersebut akan diselesaikan melalui mekanisme pembayaran tunggakan menggunakan DIPA Tahun Anggaran 2026.
Ia menambahkan, saat ini BGN masih melakukan proses revisi anggaran bersama Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.
"Kami mungkin minta maaf kepada seluruh pihak ketiga yang mungkin ada tagihan kepada BGN belum bisa semuanya kami laksanakan, kami bayarkan karena masih ada proses," jelas dia.
Berikut merupakan rincian tunggakan BGN sepanjang tahun 2025:
1. Belanja bahan Rp16.119.536.548 (untuk seragam, KLB, call center, sendok dan lain-lain)
2. Sertifikasi Rp111.631.740.960 (belanja sertifikasi SPPG)
3. Jasa konsultan Rp200.000.000
4. Sewa Rp121.951.599 (untuk sewa kendaraan insidentil)
5. Honor narasumber Rp812.968.500 (narasumber untuk kegiatan bimtek penjamah makanan)
6. Jasa lainnya Rp330.447.200.008 (berupa EO, publikasi dan lain-lain)
7. Ungan Rp7.395.240.200 (UH/UT dan pengiriman barang)
8. Perjalanan dinas Rp684.395.463 (tunggakan perjalanan dinas 2025)
9. Bantuan pemerintah (banper) MBG Rp100.641.825.064
10. Belanja modal aset Rp1.040.990.661.519 (pembangunan dapur APBN). (rpi)
VIVA/Yeni