news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Anindya Bakrie saat memberikan sambutan dalam pertemuan Kadin Pusat dan Daerah seluruh Indonesia dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (31/7/2026)..
Sumber :
  • Sekretariat Presiden

92% PDB RI Ditopang Konsumsi dan Dunia Usaha, Anindya Bakrie Tegaskan Kadin Siap Ikut Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Ketum Kadin Anindya Bakrie menegaskan dunia usaha siap memperkuat sinergi dengan pemerintah. Sebab, sektor konsumsi dan dunia usaha sangat mendominasi kontribusi terhadap PDB.
Jumat, 31 Juli 2026 - 19:26 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menegaskan, dunia usaha memegang peran dominan dalam perekonomian nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 92 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia ditopang oleh konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor, sehingga Kadin merasa memiliki tanggung jawab besar untuk ikut menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Anindya saat bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam forum bersama jajaran Kadin Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

“Melihat data BPS, hampir 92 persen, 92 persen ekonomi di PDB itu datang dari konsumsi masyarakat, investasi swasta, dan ekspor,” tuturnya.

Menurut Anindya, besarnya kontribusi sektor nonpemerintah tersebut menjadi alasan Kadin mengambil peran aktif dalam mendukung agenda pembangunan ekonomi nasional.

Kontribusi itu, kata dia, tidak hanya berasal dari perusahaan besar, tetapi juga melibatkan UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha di daerah.

“Sehingga Kadin merasa terpanggil untuk berkontribusi di 92 persen ekonomi kita. Dan ini termasuk tentunya UMKM, koperasi, BUMN, BUMD, perusahaan besar baik pusat maupun daerah. Oleh karenanya di sini hadir tentunya asosiasi-asosiasi yang terkait,” kata dia.

Anindya juga menjelaskan filosofi di balik logo Kadin yang menurutnya mencerminkan karakter dunia usaha Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Ia menyebut simbol perahu menggambarkan kemampuan pengusaha bertahan di tengah berbagai kondisi, sementara dua ekor kuda melambangkan semangat bekerja bersama mendukung pemerintah.

“Nah, kami kenapa Pak selalu bekerja keras Bapak Presiden dan juga optimis? Karena kalau dilihat di logo Kadin, itu memang di atasnya ada perahu, Pak. Nah, perahu ini menandakan bahwa pengusaha yang kuat adalah pengusaha yang bisa mengarungi segala macam tipe lautan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, semangat kolaborasi menjadi fondasi utama Kadin dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo.

“Dan juga di dalam logo tersebut ada bukan satu kuda, dua kuda, Pak. Yang artinya kita musti bekerja keras, bahu-membahu untuk mendukung pemerintah. Dan tentu juga logonya Pak masih sama dari dulu adalah Tabah, Jujur, Setia. Tabah, Jujur, Setia untuk siapa? Untuk Merah Putih,” tegas dia.

Dalam kesempatan itu, Anindya mengungkapkan bahwa sejak menerima arahan Presiden Prabowo pada awal 2025, Kadin langsung melakukan konsolidasi organisasi secara nasional untuk menyelaraskan langkah dengan agenda pembangunan pemerintah.

Salah satu tindak lanjutnya adalah meluncurkan empat program Quick Win sebagai langkah percepatan kontribusi dunia usaha terhadap perekonomian nasional.

“Kami sejak Bapak Presiden memberi arahan di awal 2025, kami langsung mengonsolidasikan segala macam kekuatan di Kadin dan meluncurkan empat Quick Win, Pak, dengan alasan tertentu,” tandasnya.

Anindya Bakrie menegaskan, Kadin siap ikut membantu pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Menurutnya, komitmen ini juga sebagai upaya untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Anin mengatakan, target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan dunia usaha.

"Ekonomi Indonesia sudah tumbuh selama 20 tahun sebesar 5 persen. Tetapi kita ketahui bahwa untuk bisa naik kelas melewati middle income trap, kita mesti bertahap menuju 8 persen. Kami melihat apabila kita bekerja sama, ini merupakan suatu hal yang sangat mungkin dilakukan," tegasnya. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:30
01:23
06:42
38:14
05:34
02:18

Viral