news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • Istimewa

Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,6-6% pada 2026, Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan

KSSK memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,6-6% pada 2026. Menkeu Purbaya yakin semester II lebih kuat didukung stimulus, investasi, dan belanja pemerintah.
Senin, 3 Agustus 2026 - 19:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memproyeksikan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 bakan tumbuh pada kisaran 5,6-6,0% secara tahunan (year on year/yoy).

Target tersebut akan didukung sinergi kebijakan pemerintah bersama seluruh anggota KSSK untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kinerja ekonomi pada triwulan II-2026 diperkirakan mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Namun, perlambatan tersebut dinilai tidak terlalu besar.

Menurut Purbaya, KSSK memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026 berada di bawah 5,6% atau lebih rendah dari capaian triwulan I, tetapi masih berada di kisaran 5,4%.

Ia menjelaskan, proyeksi tersebut mempertimbangkan tingginya ketidakpastian global pada triwulan II-2026 akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Pada saat yang sama, pemerintah juga berupaya menjaga kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat.

Meski demikian, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026 akan lebih baik. Keyakinan tersebut didukung penguatan koordinasi antara pemerintah dan bank sentral guna menjaga mesin pertumbuhan ekonomi tetap berjalan.

“Kita juga akan memberikan beberapa stimulus kepada perekonomian. Dalam waktu dekat, kalau tidak salah, akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden yang mengumumkan,” kata Purbaya, Senin (3/8/2026).

Selain stimulus kendaraan listrik, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Salah satunya dengan memastikan likuiditas sistem keuangan tetap memadai melalui koordinasi bersama bank sentral.

“Juga memastikan iklim investasi sudah menjadi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami juga akan memastikan belanja pemerintah di semester II lebih lancar dibandingkan semester I, terutama dibandingkan di triwulan II tahun ini,” kata Purbaya.

Hingga akhir triwulan II-2026, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun atau tumbuh 17,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) mencapai Rp1.298,6 triliun atau meningkat 29,4% secara tahunan.

Kenaikan tersebut didorong oleh pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13, pembayaran manfaat pensiun, serta subsidi dan kompensasi BBM maupun listrik.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

19:40
01:51
01:46
01:56
05:54
18:02

Viral