news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto..
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

BRIN di Hadapan Prabowo: Riset Jadi Lokomotif Ekonomi, Kunci Indonesia Emas 2045

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan riset dan inovasi akan menjadi mesin utama yang menentukan daya saing Indonesia di masa depan. 
Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan riset dan inovasi akan menjadi mesin utama yang menentukan daya saing Indonesia di masa depan. 

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan 150 periset BRIN, Kepala BRIN Arif Satria menekankan bahwa kemajuan ekonomi suatu negara tidak dapat dipisahkan dari kekuatan inovasi yang dimilikinya.

“Bapak Presiden, riset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,” ujar Arif, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Ia menjelaskan, indikator kapasitas inovasi yang tercermin dalam Global Innovation Index memiliki korelasi positif terhadap produk domestik bruto (PDB) per kapita suatu negara. Karena itu, penguatan ekosistem riset dinilai menjadi syarat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara kapasitas inovasi yang ditunjukkan dengan Global Innovation Index dengan GDP per kapita per tahun,” katanya.

Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, BRIN mengarahkan strategi riset ke tiga jalur utama. 

Pertama, menghadirkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Kedua, memperkuat daya saing industri nasional melalui riset dan inovasi. 

Ketiga, memfasilitasi pengembangan bersama (co-development) teknologi maju agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga bagian dari pengembangan teknologi global.

Sebagai landasan pelaksanaan strategi tersebut, BRIN bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah menyusun Peta Jalan dan Agenda Riset Strategis Nasional 2026–2045. 

Dokumen tersebut disiapkan sebagai arah pembangunan ilmu pengetahuan nasional agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), implementasi Asta Cita, serta berbagai program prioritas pemerintah.

“Sejalan dengan arahan Bapak Presiden, BRIN bersama Kemendikti-Saintek telah menyusun peta jalan dan agenda riset strategis nasional 2026-2045 sebagai arah pembangunan ilmu pengetahuan Indonesia,” ujarnya.

Arif menambahkan, penyusunan peta jalan tersebut juga bertujuan mengakhiri pendekatan riset yang berjalan sendiri-sendiri di setiap lembaga. Ke depan, riset nasional diharapkan menjadi gerakan yang terintegrasi sehingga mampu menghasilkan inovasi yang lebih berdampak bagi pembangunan.

“Peta jalan ini menjadi acuan bersama agar riset nasional selaras dengan RPJPN dan mendukung implementasi Asta Cita serta program kerja prioritas nasional. Juga agar Indonesia tidak lagi berjalan secara sektoral dalam silo-silo kelembagaan, tetapi menjadi gerakan nasional yang terintegrasi dan saling memperkuat,” kata Arif. (agr/cmi)

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:51
07:40
01:07
03:14
02:20
02:18

Viral