news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Youth Program (PYP) 2026 sebagai langkah strategis dalam mengedukasi generasi muda mengenai industri energi..
Sumber :
  • Pertamina

Melalui Pertamina Youth Program 2026, Pertamina Tingkatkan Literasi Energi Mahasiswa

PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Youth Program (PYP) 2026 sebagai langkah strategis dalam mengedukasi generasi muda mengenai industri energi. 
Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Youth Program (PYP) 2026 sebagai langkah strategis dalam mengedukasi generasi muda mengenai industri energi

Program yang diikuti oleh 50 mahasiswa terpilih dari berbagai universitas di Indonesia ini mengusung tema "Pemuda Penggerak Transisi Energi Untuk Kemandirian Nasional." 

Melalui inisiatif ini, Pertamina bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terkait strategi bisnis perusahaan serta komitmennya dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Para peserta merupakan hasil seleksi ketat dari lebih dari 1.600 pendaftar yang mengirimkan esai. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 800 esai diseleksi oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi, profesional, dan perwakilan Pertamina.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan lonjakan jumlah pendaftar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 500 peserta menjadi bukti tingginya minat generasi muda terhadap isu energi dan keberlanjutan.

"Antusiasme mahasiswa terhadap isu energi luar biasa. Tahun ini jumlah pendaftar meningkat lebih dari tiga kali lipat. Ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian besar terhadap masa depan energi Indonesia dan ingin memahami peran Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional," ujar Arya pada acara pembukaan PYP 2026 di Bogor, Selasa (4/8).

Di acara pembukaan tersebut, para peserta mendapatkan informasi terkait dengan strategi perusahaan dalam menjalankan amanah negara menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung Asta Cita melalui penerapan Dual Growth Strategy, yang memaksimalkan bisnis eksisting dan mengembangkan bisnis rendah karbon.

Selain memperkenalkan strategi bisnis, peserta juga mendapatkan penjelasan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, mulai dari program beasiswa, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB).

Arya menjelaskan, DEB menjadi salah satu contoh nyata bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan potensi energi nonfosil secara mandiri. 

Ia berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun kegiatan pengabdian masyarakat dengan memperkenalkan berbagai potensi energi terbarukan di daerah.

"Mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. Ketika mereka kembali ke kampus maupun ke daerah asalnya, kami berharap mereka dapat menyampaikan pemahaman yang utuh mengenai ketahanan energi, transisi energi, dan berbagai peluang pengembangan energi nonfosil," katanya.

Diskusi selama PYP 2026 berlangsung interaktif. Berbagai isu strategis seperti energi nuklir, hidrogen, hingga aspek regulasi menjadi topik yang banyak diangkat peserta. 

Menurut Arya, kualitas pertanyaan yang disampaikan menunjukkan mahasiswa memiliki perspektif multidisiplin yang sangat baik.

Sebagai terobosan baru, Pertamina juga akan memberikan kesempatan beasiswa kepada peserta PYP yang menunjukkan prestasi terbaik dan berhasil melewati tahapan seleksi lanjutan.

"Insya Allah, ini menjadi yang pertama dalam penyelenggaraan PYP. Peserta yang memiliki prestasi menonjol akan memperoleh kesempatan beasiswa agar mereka dapat mengembangkan potensinya dan berkontribusi membangun daerah maupun Indonesia," tambah Arya.

Salah satu peserta, Isti, mahasiswa asal Riau dari Telkom University, mengaku mengikuti PYP karena ingin memahami lebih jauh komitmen Pertamina dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan dan sosial.

Menurutnya, Provinsi Riau masih membutuhkan program-program berkelanjutan yang mampu menjangkau masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

"Saya berharap Pertamina terus menghadirkan program yang berkelanjutan di bidang pendidikan dan sosial. Setelah mengikuti PYP, materi yang disampaikan sangat berbobot dan mampu menjawab berbagai keresahan kami sebagai generasi muda. Harapannya, mahasiswa bisa terus berkolaborasi dengan program-program Pertamina sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Isti.

Melalui PYP 2026, diharapkan tercipta ruang kolaboratif antara mahasiswa dan Pertamina dalam membangun pemahaman, inovasi, serta keterlibatan aktif generasi muda terhadap isu transisi energi nasional dan juga melahirkan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta literasi energi yang kuat. (dpi)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
12:21
02:04
03:45
02:28
03:25

Viral