news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi UMKM Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa/Antara Foto

64,5 Persen UMKM Dipimpin Perempuan, KKI 2026 Soroti Kekuatan Ekonomi Kaum Hawa

Perempuan menempati posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi kreatif Indonesia.
Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:07 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Perempuan menempati posisi strategis dalam menggerakkan ekonomi kreatif Indonesia.

Bukan lagi sekadar menjadi pelengkap, perempuan kini menjadi pelaku utama yang memimpin usaha, menciptakan produk, hingga membuka akses pasar bagi produk lokal.

Gambaran tersebut terlihat dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Mengusung tema “Beudaya MeusareSare’” atau Berdaya Bersama-sama, KKI tahun ini menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai salah satu kekuatan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

KKI 2026 diinisiasi Bank Indonesia bersama 27 kementerian dan lembaga terkait. Sebanyak 550 UMKM binaan dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam ajang tersebut, menampilkan beragam produk mulai dari kriya, busana, hingga olahan pangan.

Di balik ragam produk yang dipamerkan, terdapat potensi ekonomi perempuan yang semakin besar. Data BPS 2025 mencatat 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia dikelola dan dipimpin perempuan.

Sementara itu, perempuan menyumbang 58,39 persen tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif nasional. Namun, besarnya kontribusi tersebut masih perlu diikuti dengan penguatan akses dan kapasitas ekonomi.

Perempuan pelaku usaha tidak cukup hanya menjadi pekerja atau pengelola usaha, tetapi juga harus memiliki kendali atas pendapatan, akses terhadap layanan keuangan formal, serta ruang dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Hal itu menjadi salah satu sorotan dalam Inclusion Talk bertajuk “Berdaya dan Sejahtera, Perempuan Bisa” yang menjadi bagian dari rangkaian KKI 2026 pada 21 Agustus.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan pemberdayaan perempuan akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian apabila dibarengi dengan perluasan akses dan kesempatan.

“Semakin luas akses dan kesempatan yang dimiliki perempuan, semakin besar pula dampaknya bagi perekonomian nasional secara berkelanjutan. Pemberdayaan ekonomi dan keuangan inklusif harus dilakukan bersama-sama sejalan dengan semangat Budaya MeusareSare,” ujar Filianingsih.

Bank Indonesia juga menggandeng Women’s World Banking (WWB) untuk meluncurkan kajian strategis bertajuk “Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender: Pembelajaran dari Kelompok Subsisten di Indonesia”.

Kajian tersebut diarahkan menjadi panduan bagi berbagai pihak yang bergerak dalam pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya untuk membantu kelompok usaha perempuan yang masih berada pada level subsisten agar dapat berkembang menjadi usaha yang lebih mandiri.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:43
01:56
05:32
01:56
05:54
05:09

Viral