news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers secara daring, Selasa (1/9/2026)..
Sumber :
  • YouTube/BPS RI

BPS Sebut China, AS, dan India Kuasai 44,25 Persen Ekspor Nonmigas Indonesia

BPS memaparkan bahwa Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia dengan total mencapai 44,25 persen dari seluruh ekspor nonmigas.
Selasa, 1 September 2026 - 13:44 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Struktur ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 masih bertumpu pada sejumlah komoditas unggulan dan pasar utama. Tiga negara, yakni Tiongkok, Amerika Serikat, dan India, menyerap 44,25 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada periode tersebut.

Di sisi komoditas, besi dan baja, crude palm oil (CPO) beserta turunannya, serta batu bara menjadi tiga komoditas utama yang secara bersama-sama menyumbang 28,62 persen terhadap total ekspor nonmigas.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, ketiga komoditas tersebut masih menunjukkan pertumbuhan nilai ekspor secara kumulatif hingga Juli 2026.

“Seperti biasanya saya akan menjelaskan lebih detail kinerja ekspor beberapa komoditas unggulan di Indonesia ya selama Januari sampai dengan Juli tahun 2026 yaitu bisa dilihat di grafiknya besi dan baja, CPO dan turunnya, serta batu bara,” kata Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

“Total ketiganya memberikan andil atau share sebesar 28,62 persen dari total ekspor non-migas Indonesia pada kondisi Januari sampai dengan Juli tahun 2026,” sambungnya.

Secara rinci, nilai ekspor besi dan baja sepanjang Januari-Juli 2026 meningkat 2,77 persen secara kumulatif. Ekspor CPO dan turunannya juga tumbuh 5,49 persen, sedangkan ekspor batu bara meningkat 4,75 persen.

“Nilai ekspor besi dan baja naik 2,77 persen secara kumulatif, nilai ekspor CPO dan turunnya naik 5,49 secara kumulatif, dan juga nilai ekspor batu bara naik 4,75 persen secara kumulatif,” ujar Ateng.

Dari sisi negara tujuan, China menjadi pasar terbesar ekspor nonmigas Indonesia. Nilai ekspor nonmigas ke Negeri Tirai Bambu mencapai US$40,62 miliar sepanjang Januari-Juli 2026.

Ateng menyebut Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia. Gabungan nilai ekspor ke ketiga negara tersebut mencapai 44,25 persen dari total ekspor nonmigas.

“Saya akan menyampaikan perkembangan ekspor non-migas ke negara dan kawasan tujuan utama pada kondisi Januari sampai dengan Juli tahun 2026,” katanya.

“Tiga besar negara tujuan ekspor yaitu Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Nilai ekspor ketiga negara tersebut memberikan share sekitar 44,25 persen dari total ekspor non-migas di Indonesia pada periode Januari sampai dengan Juli tahun 2026,” lanjutnya.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok terutama didominasi besi dan baja (HS 72). Komoditas tersebut memiliki share 26,18 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok dan tumbuh 2,16 persen secara kumulatif.

“Nilai ekspor non-migas ke Tiongkok tercatat sebesar US$40,62 miliar terutama didominasi oleh besi baja (HS 72) dengan share-nya 26,18 persen dan naik 2,16 persen secara c-to-c-nya,” tutur Ateng.

Berbeda dengan Tiongkok dan India, ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat mengalami penurunan secara kumulatif. Nilainya tercatat US$19,19 miliar, dengan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) menjadi komoditas dominan.

Komoditas tersebut memiliki share 15,61 persen, tetapi nilai ekspor nonmigas Indonesia ke AS turun 9,27 persen secara kumulatif.

“Nilai ekspor non-migas ke Amerika Serikat tercatat US$19,19 miliar didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS 85 dengan share sebesar 15,61 persen dan turun sebesar 9,27 persen secara c-to-c-nya,” kata Ateng.

Sementara itu, India menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar ketiga bagi Indonesia. Nilai ekspor ke India mencapai US$11 miliar dan terutama ditopang komoditas bahan bakar mineral (HS 27).

Bahan bakar mineral menyumbang share sebesar 32,30 persen dari ekspor nonmigas Indonesia ke India dan tumbuh 7,77 persen secara kumulatif.

“Untuk nilai ekspor non-migas ke India tercatat US$11 miliar terutama didominasi oleh bahan bakar mineral atau HS 27 dengan share-nya 32,30 persen dan naik sebesar 7,77 persen secara c-to-c-nya,” pungkasnya. (agr/rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:06
07:17
05:09
04:35
01:19
01:25

Viral