news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi UMKM..
Sumber :
  • Antara

Strategi UMKM Naik Kelas di Era AI: Mulai dari Marketing hingga Akses Modal

AI bisa membantu UMKM naik kelas melalui efisiensi pemasaran, operasional, analisis data, hingga pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.
Kamis, 3 September 2026 - 20:59 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini dapat menjadi salah satu strategi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas.

Penerapan AI untuk UMKM tidak harus dimulai dari teknologi yang rumit. Teknologi ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis sehari-hari, mulai dari membuat materi promosi, melayani pelanggan, mengelola stok, hingga membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan data.

Bagi UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya, penggunaan AI dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus menghemat waktu dalam menjalankan berbagai aktivitas usaha.

1. Maksimalkan AI untuk Marketing dan Penjualan

Salah satu strategi yang dapat dilakukan UMKM adalah memanfaatkan AI untuk memperkuat pemasaran dan penjualan.

Teknologi generative AI seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini dapat membantu pelaku usaha membuat copywriting promosi, skrip video TikTok dan Reels, hingga deskripsi produk untuk platform e-commerce.

Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan teknologi berbasis AI untuk menghasilkan materi visual. Canva AI, Midjourney, hingga Photoroom dapat membantu membuat foto produk dan materi promosi dengan tampilan lebih profesional tanpa harus selalu mengeluarkan biaya untuk jasa fotografi.

AI juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan pelanggan. Chatbot berbasis AI dapat membantu menjawab pertanyaan umum, menangani pesanan, hingga mengumpulkan masukan pelanggan secara otomatis sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih cepat.

2. Gunakan AI untuk Menghemat Waktu Operasional

Strategi berikutnya adalah menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Salah satu kebutuhan penting UMKM adalah memastikan ketersediaan stok sekaligus menghindari pemborosan. Sistem kasir digital dengan kemampuan analisis data dapat membantu pelaku usaha melihat produk yang paling banyak terjual, menentukan waktu pengadaan kembali, hingga membaca pola permintaan.

AI juga dapat digunakan untuk membantu pekerjaan administrasi. Pencatatan transaksi, rekap invoice atau faktur, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana dapat dibuat lebih efisien dengan bantuan teknologi.

Dengan begitu, pelaku UMKM dapat mengurangi waktu yang tersita untuk pekerjaan administratif dan lebih fokus mengembangkan produk maupun strategi penjualan.

3. Manfaatkan AI untuk Membaca Tren Konsumen

Pemanfaatan AI juga dapat diarahkan pada pengembangan produk dan pengambilan keputusan berbasis data.

Pelaku UMKM dapat menggunakan AI untuk membantu menganalisis ulasan pelanggan, baik terhadap produknya sendiri maupun produk kompetitor. Analisis tersebut dapat memberikan gambaran mengenai respons konsumen sekaligus menemukan peluang untuk memperbaiki kualitas produk.

Data pelanggan juga dapat dimanfaatkan untuk membuat penawaran yang lebih personal. Misalnya, pelanggan dikelompokkan berdasarkan riwayat pembelian sehingga pelaku usaha dapat memberikan rekomendasi produk atau promosi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok konsumen.

Namun, AI tetap perlu ditempatkan sebagai alat bantu atau copilot, bukan pengganti manusia. Sentuhan personal, cerita asli sebuah merek, serta keamanan data pelanggan tetap menjadi bagian penting dalam membangun bisnis.

UMKM Naik Kelas Butuh Ekosistem Pendukung

Pemanfaatan AI akan lebih optimal jika dibarengi dengan penguatan aspek bisnis lainnya. Pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan kemampuan menjual produk secara digital, tetapi juga perlu memiliki legalitas, standar usaha, pengelolaan keuangan, hingga akses terhadap pembiayaan.

Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi yang dikembangkan UMK Mall dalam membangun ekosistem bagi pelaku usaha.

COO UMK Mall Andy Marsden mengatakan, pengembangan UMKM dilakukan secara bertahap, mulai dari memperkuat pemasaran dan penjualan hingga membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan regulasi dan perizinan industri.

“Pada tahap awal, fokus kami adalah menggenjot marketing dan penjualan produk ke pasar. Selanjutnya, kami akan membantu para pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan regulasi dan perizinan industri seperti pengurusan sertifikasi halal yang sangat krusial di sektor makanan dan minuman,” ungkap Andy Marsden, COO UMK Mall.

Menurut Andy, penguatan UMKM dalam jangka panjang juga perlu diarahkan pada kemudahan akses permodalan.

“Untuk jangka panjang, misi utama kami adalah membangun jembatan kepercayaan antara institusi keuangan dan UMKM guna memperlancar akses permodalan serta pinjaman bisnis,” lanjutnya.

UMK Mall Fokus Dorong Sektor F&B

Pengembangan ekosistem tersebut terutama diarahkan kepada sektor makanan dan minuman atau F&B.

Andy mengatakan sekitar 80 persen basis komunitas UMK Mall bergerak di sektor tersebut. Karena itu, peningkatan kapasitas pelaku usaha F&B menjadi salah satu fokus utama.

“Fokus utama kami adalah industri makanan dan minuman (F&B). Mengingat sekitar 80% basis komunitas kami bergerak di bidang tersebut, komitmen kami adalah meningkatkan kualitas hidup serta profitabilitas mereka secara berkelanjutan melalui pelatihan intensif, pendampingan legalitas, dan standarisasi finansial agar siap memenuhi kriteria lembaga pembiayaan,” ujarnya.

Menurut Andy, strategi pengembangan UMKM juga membutuhkan penguatan komunitas. UMK Mall menggandeng para pemimpin komunitas untuk memperluas jangkauan sekaligus memperkuat ekosistem pelaku usaha.

“Untuk memperluas jangkauan dan memperkuat ekosistem, kami menggandeng para pemimpin komunitas terkemuka seperti dr. Edi Yans. Melalui pendekatan berbasis keanggotaan (membership) yang sejalan dengan program pemerintah ini, kami ingin bersinergi secara kolektif untuk memajukan sektor UMKM secara lebih masif dan terstruktur,” katanya.

Dengan demikian, AI dapat menjadi salah satu pengungkit bagi UMKM untuk naik kelas, terutama dalam pemasaran, operasional, pelayanan pelanggan, dan analisis bisnis. Namun, pemanfaatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan penguatan legalitas, standardisasi, kemampuan finansial, komunitas, serta akses permodalan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
01:48
04:36
03:17
02:45
03:13

Viral