- Istimewa
Perkuat Akses UMKM ke Pasar Global, Indonesia Jadi Co-host Country CISMEF 2026 China
Jakarta, tvOnenews.com — Indonesia memperluas peluang UMKM nasional untuk menembus pasar internasional dengan berpartisipasi sebagai Co-host Country dalam China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026.
Pameran internasional yang dibuka sejak Kamis (3/9) di Area D, China Import and Export Fair Complex, Guangzhou, China, dan berlangsung hingga 6 September 2026.
CISMEF merupakan salah satu ajang internasional yang memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Asia-Pasifik.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China pada 3–6 September 2026.
Ajang tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis, memperoleh akses pasar baru, serta membangun hubungan dengan buyer, investor, dan mitra usaha dari berbagai negara.
Keikutsertaan Indonesia dalam CISMEF 2026 juga berkaitan dengan rangkaian agenda Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Forum ini mempertemukan pemerintah, dunia usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan ekonomi dari kawasan Asia-Pasifik.
Rangkaian agenda tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju APEC Economic Leaders’ Meeting yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, China, pada 18–19 November 2026. Bagi Indonesia, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi dengan negara-negara di kawasan.
Dalam ajang tersebut, Kementerian UMKM bersama Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) menghadirkan Paviliun Indonesia sebagai sarana promosi potensi ekonomi nasional.
Paviliun ini menampilkan beragam produk unggulan UMKM, potensi daerah, peluang investasi, sektor pariwisata, hingga inovasi nasional. Choose Jakarta juga ambil bagian dengan membawa produk dan potensi unggulan Jakarta untuk diperkenalkan kepada buyer, investor, serta mitra bisnis internasional, terutama dari China.
Selain menjadi sarana promosi, Paviliun Indonesia dirancang sebagai ruang pertemuan antara pelaku usaha nasional dan mitra internasional. Sejumlah kegiatan yang digelar meliputi business matching, forum bisnis, networking, serta fasilitasi penandatanganan kerja sama dan Memorandum of Understanding (MoU).
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas akses produk Indonesia ke pasar global. Pada saat yang sama, keterlibatan UMKM dalam jaringan bisnis dan rantai pasok internasional diharapkan semakin kuat.
Menteri UMKM Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya memastikan produk yang dibawa ke pasar internasional memiliki kualitas dan daya saing. Ia juga melihat China sebagai salah satu pasar potensial bagi produk UMKM Indonesia.
“Kementerian UMKM bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu memastikan produk yang direpresentasikan sebagai produk unggulan Indonesia memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar internasional," ujar Maman dikutip Senin (7/9/2026).
"Tiongkok merupakan salah satu pasar yang memiliki potensi besar, dengan jumlah penduduk sekitar 1,2 miliar jiwa. Ini merupakan peluang yang perlu kita manfaatkan bersama. Momentum CISMEF menjadi salah satu ruang strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM Indonesia, tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di kawasan Asia Pasifik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPKUKM Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Elizabeth Ratu Rante Allo, mengatakan keikutsertaan Jakarta melalui Choose Jakarta menjadi bagian dari strategi memperkuat citra Jakarta sebagai kota global.
Menurutnya, partisipasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa potensi daerah ke panggung internasional dan membuka peluang lebih besar bagi produk lokal.
“Sebagai kota global di Indonesia, kehadiran Jakarta di CISMEF bukan hanya sebagai peserta pameran, tetapi juga sebagai representasi kota yang terus membangun masa depannya melalui tiga fondasi utama, yaitu manusia, kepercayaan, dan investasi."
"Melalui Choose Jakarta yang turut hadir di Paviliun Indonesia, kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Jakarta di panggung internasional, khususnya kepada pasar Tiongkok. Ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat ekosistem UMKM secara menyeluruh dan membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal untuk berkembang di pasar global,” ungkap Elizabeth.
Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC), Budihardjo Iduansjah, turut menegaskan komitmen organisasinya dalam membantu UMKM Indonesia mendapatkan akses ke pasar internasional.
Upaya tersebut dilakukan dengan mempertemukan pelaku UMKM secara langsung dengan buyer dan mitra bisnis dari berbagai negara. Dengan demikian, kehadiran Indonesia di CISMEF diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi, tetapi dapat menghasilkan transaksi dan kerja sama bisnis.
“ATTEC berkomitmen untuk terus menjadi jembatan bagi UMKM Indonesia dalam membuka akses ke pasar global. Melalui CISMEF dan Paviliun Indonesia, kami mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer serta mitra usaha dari berbagai negara, sehingga peluang yang tercipta tidak berhenti pada promosi produk, tetapi dapat berkembang menjadi transaksi dan kerja sama bisnis yang nyata. Kami berharap semakin banyak produk UMKM Indonesia yang dapat masuk dan berkembang di pasar internasional,” ujar Budihardjo.
Paviliun Indonesia juga menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra internasional. Agenda tersebut mencakup pameran produk, business matching, forum bisnis atau talkshow, presentasi bisnis dan produk, hingga penandatanganan MoU maupun kontrak kerja sama.
Selain agenda bisnis, Paviliun Indonesia turut menampilkan fashion show dan cultural performance untuk memperkenalkan kekayaan produk serta budaya Indonesia kepada pengunjung internasional.
Keterlibatan Indonesia sebagai Co-host Country CISMEF 2026 menjadi peluang untuk memperluas hubungan perdagangan dan investasi sekaligus meningkatkan eksposur produk UMKM nasional di pasar global.
Melalui momentum tersebut, Indonesia juga berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu mitra ekonomi penting di kawasan Asia-Pasifik. Kehadiran UMKM di forum internasional diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas kepada buyer, investor, dan mitra bisnis dari berbagai negara. (rpi)