news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

WASPADA! Jangan Terkecoh Logo dan Jadwal Asli Modus Penipuan Tiket Whoosh Ini Bisa Kuras Rekening Korban.
Sumber :
  • Antara

Purbaya Siapkan Jurus Baru Bereskan Utang Whoosh, SMV Kemenkeu Bakal Jadi Penanggung

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan SMV Kemenkeu untuk menangani utang Whoosh. Penyerahan kereta cepat diperkirakan pertengahan September 2026.
Senin, 7 September 2026 - 21:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah siap menangani penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Kewajiban tersebut rencananya akan ditangani melalui Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Purbaya mengatakan proses penyerahan terkait kereta cepat tersebut diperkirakan berlangsung pada pertengahan September 2026. Setelah proses penyerahan dilakukan, pemerintah akan menghitung lebih lanjut kewajiban utang yang harus ditangani.

"Kira-kira pertengahan bulan dikasih ke kami kan kereta cepat. Ya sudah, kita beresin. Nanti utangnya ya kita hitung, mungkin ada nanti BUMN yang di bawah Departemen Keuangan yang menangani itu," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Purbaya menjelaskan pemerintah masih akan menentukan perusahaan yang berada di bawah Kemenkeu untuk menjalankan tugas tersebut. Dengan demikian, SMV yang nantinya menangani kewajiban utang Whoosh belum ditetapkan.

Kemenkeu Tak Bayar ke Danantara

Purbaya menegaskan tidak ada pembayaran yang harus dikeluarkan Kemenkeu kepada Danantara dalam proses penyerahan kereta cepat tersebut.

Menurut dia, Kemenkeu akan menerima dana penyertaan ekuitas tanpa harus mengeluarkan biaya dalam proses penyerahan. Sementara kewajiban pembayaran utang ke depan akan menjadi tanggung jawab SMV yang ditugaskan.

"Nggak ada. Itu kan dana penyertaan ekuitas dikasih ke saya, nol rupiah. Kan saya nanggung utang ke depannya. SMV saya menanggung utang ke depannya. Jadi nggak ada cost-nya buat saya," kata Purbaya.

Dengan skema tersebut, tidak ada biaya yang perlu dibayarkan Kemenkeu kepada Danantara saat proses penyerahan dilakukan.

Namun, Purbaya menegaskan kewajiban utang Whoosh tetap harus dibayarkan setiap tahun. Pembayaran tersebut nantinya dilakukan oleh perusahaan di bawah Kemenkeu yang ditunjuk untuk menangani kewajiban tersebut.

SMV Dinilai Punya Kemampuan Bayar

Purbaya juga memastikan SMV yang nantinya ditugaskan tidak perlu mencari investor baru untuk memperoleh dana guna membayar utang kereta cepat.

Menurut dia, perusahaan yang berada dalam skema SMV Kemenkeu sudah memiliki kemampuan keuangan untuk menangani kewajiban tersebut. Ia mencontohkan, satu perusahaan SMV dapat memiliki keuntungan sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun dalam setahun.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:27
06:54
04:52
03:44
08:04
05:59

Viral