- https://esdm.go.id/
Soal PLTP Gunung Ungaran, Pengamat Yakinkan Tak Perlu Khawatir: Energi Bersih Perlu Didorong Asal Dikaji Komperhensif
Jakarta, tvOnenews.com - Pengembangan energi bersih dinilai tetap perlu didorong untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mendukung transisi energi di Indonesia.
Namun, setiap proyek harus dilaksanakan secara objektif dengan mempertimbangkan dampak lingkungan, keselamatan, keberlanjutan, serta kepentingan masyarakat.
Hal itu ditegaskan oleh Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio yang sepakat bahwa rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran perlu dikaji secara menyeluruh.
Menurutnya, penilaian terhadap proyek energi bersih memang harus didasarkan pada data dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu, Agus menilai masyarakat tidak perlu khawatir dan berlebihan dalam menyikapi pengembangan PLTP selama seluruh prosesnya mengikuti aturan dan standar yang berlaku.
Aspek lingkungan, keberlanjutan, keselamatan, hingga perlindungan kawasan bernilai penting harus menjadi perhatian sejak tahap perencanaan.
“Kalau semua aturan dipenuhi, kajian lingkungannya dilakukan dengan benar, dan seluruh aspek keberlanjutan diperhatikan, masyarakat tidak perlu khawatir. Prinsipnya, pembangunan energi bersih harus tetap berjalan dengan memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan,” ujar Agus, Senin (7/9/2026).
- Istimewa
Ia menjelaskan, energi panas bumi menjadi salah satu sumber energi yang dapat mendukung penyediaan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang menghasilkan emisi lebih tinggi.
Karena itu, menurut Agus, berbagai kekhawatiran masyarakat terkait proyek energi panas bumi harus dijawab melalui transparansi informasi dan kajian yang jelas.
Pemerintah, pengembang, dan masyarakat juga perlu membangun komunikasi agar setiap persoalan dapat dibahas berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.
Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah keberadaan kawasan cagar budaya di sekitar lokasi pengembangan PLTP Gunung Ungaran.
Agus menilai aspek sejarah dan budaya tidak boleh diabaikan dalam menentukan lokasi maupun pelaksanaan proyek.
“Lokasi kegiatan tentu harus memperhatikan kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Jangan sampai pengembangan energi kemudian mengganggu atau merusak cagar budaya. Sepanjang penentuan lokasi dan pelaksanaannya mengikuti ketentuan perlindungan cagar budaya serta hasil kajian yang ada, Insya Allah berkat buat bangsa ini,” tegasnya.
Agus juga mengingatkan agar perbedaan pandangan mengenai pengembangan energi bersih tidak berujung pada penolakan tanpa menawarkan alternatif. Indonesia, kata dia, tetap membutuhkan tambahan kapasitas pembangkit untuk mengimbangi pertumbuhan kebutuhan listrik.