Prabowo Saksikan Penandatanganan 10 MoU Indonesia-Korea Selatan, Bangun Aliansi Strategis dari Energi hingga AI
- Setpres
Jakarta, tvOnenews.com -Â Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan dan pertukaran 10 nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Republik Korea dalam kunjungan kenegaraan di Blue House, Rabu (1/4/2026).
Kesepakatan ini menjadi sinyal kuat percepatan kemitraan strategis kedua negara menuju kolaborasi lintas sektor yang lebih dalam dan berjangka panjang.
Sepuluh MoU tersebut mencakup sektor-sektor kunci masa depan—mulai dari ekonomi, energi bersih, hingga teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah menilai langkah ini sebagai lompatan konkret dalam memperkuat fondasi kerja sama Indonesia–Korea Selatan di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Adapun sepuluh MoU yang dipertukarkan meliputi:
    1.    Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Dialog Strategis Komprehensif Khusus
    2.    Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Ekonomi 2.0
    3.    Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Kemitraan Mineral Kritis
    4.    Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Pengembangan Digital
    5.    Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di bidang AI untuk Kesehatan Dasar dan Pembangunan Manusia
    6.    Nota Kesepahaman tentang Penguatan Kerja Sama di Bidang Energi Bersih
    7.    Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS)
    8.    Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Industri Jasa Pembangkit Lepas Pantai
    9.    Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Perlindungan dan Penegakan Hak Kekayaan Intelektual
    10.   Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Keuangan (Danantara–Exim Bank of Korea)
Langkah ini mempertegas arah baru hubungan bilateral yang tidak lagi sebatas perdagangan, tetapi masuk ke wilayah strategis seperti hilirisasi mineral, transisi energi, hingga pengembangan teknologi masa depan.
Pemerintah menegaskan, kolaborasi ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional. Selain itu, kerja sama di sektor energi bersih dan teknologi digital diharapkan mempercepat transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.
Kesepakatan ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia dan Korea Selatan tengah membangun aliansi strategis yang lebih dalam—bukan hanya untuk kepentingan nasional masing-masing, tetapi juga sebagai respons terhadap tantangan global. (agr/rpi)
Load more