news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Soko Pawon di Jl. Pepelegi Indah No. 2 di Sidoarjo ramai pembeli..
Sumber :
  • timtvOne

Belajar Manajemen di Universitas Ciputra, Anisa Kembangkan Soko Pawon dengan Soto Khas Ngawi

Anisa merupakan lulusan S1 Culinary Business Universitas Ciputra Surabaya. Setelah satu tahun fokus menjalankan bisnis ia kembali ke kuliah Magister Management dengan peminatan Family Business di universitas yang sama.
Selasa, 15 September 2026 - 11:47 WIB
Reporter:
Editor :

Sidoarjo, tvOnenews.com – Semangkuk soto dengan kuah bening mengepul di atas meja. Gurih kaldu terasa kuat, berpadu dengan aneka sate, gorengan dan ayam bakar sebagai menu pendamping.

Di dalam pendopo yang nyaman, pelanggan datang bukan hanya untuk mengisi perut tetapi juga menikmati suasana makan yang terasa dekat dengan nuansa rumah.

Itulah konsep yang coba dibangun Anisa Intan Amalia, perempuan berusia 24 tahun melalui Soko Pawon di Jl. Pepelegi Indah No. 2, Sidoarjo. Konsep restoran bernuansa tradisional dengan menu utama soto khas Ngawi itu lahir dari pertimbangan Anisa yang sejak awal tidak ingin membuka kafe.

Menurutnya, tempat makan yang menyasar keluarga dan orang tua memiliki peluang lebih panjang dibandingkan bisnis yang hanya mengikuti tren.

“Kalau target market anak muda, mereka membeli satu tapi nongkrongnya lama, jadi tidak repeat order. Kalau orang tua, habis makan bayar lalu pulang. Kafe juga hype-nya hanya sebentar, tapi kalau warung makan soto ini lebih continue,” ujar Anisa.

Namun, perjalanan Anisa membangun Soko Pawon tidak hanya tentang makanan. Ada proses pendidikan dan pengalaman keluarga yang ikut membentuk cara pandangnya dalam berbisnis.

Anisa merupakan lulusan S1 Culinary Business Universitas Ciputra Surabaya. Setelah sekitar satu tahun fokus menjalankan bisnis, ia kembali ke bangku kuliah untuk menempuh pendidikan Magister Management dengan peminatan Family Business di universitas yang sama.

Ilmu yang didapat dari Universitas Ciputra menjadi salah satu bekal dalam mengelola usaha. Sementara pengalaman orang tua sebagai pengusaha menjadi tempat Anisa berdiskusi ketika menghadapi persoalan bisnis.

Cita Rasa Klasik yang Membuat Pelanggan Kembali

Pilihan Anisa mempertahankan konsep tradisional mendapat respons dari pelanggan. Ibu Yayuk, salah satu pelanggan Soko Pawon mengaku sering datang bersama teman-temannya terutama ketika menggelar acara.

Bukan hanya harganya yang terjangkau, cita rasa soto menjadi alasan Ibu Yayuk kembali. Soto yang disajikan dengan rasa klasik dan kuah bening berkaldu menjadi karakter yang ia sukai.

“Kalau dari sisi rasa sangat klasik, tidak ada rasa MSG, tapi lebih dominan ke kaldu yang gurih. Kuahnya yang bening khas soto Ngawi juga sangat segar untuk dinikmati. Harganya juga murah hanya Rp13.000 per porsi,” ungkap Ibu Yayuk.

Bagi Yayuk, Soko Pawon bukan hanya tempat makan, tetapi juga pilihan ketika ingin berkumpul bersama teman. Dia berharap Soko Pawon makin sukses dan lancar.

Belajar Memahami Banyak Karakter

Di balik semangkuk soto yang disajikan, Anisa menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Salah satunya harus berhadapan dengan pelanggan dari berbagai generasi.

Sebagai pengusaha muda, ia harus belajar mengelola emosi sekaligus memahami kebutuhan pelanggan yang memiliki perbedaan usia cukup jauh.

Anisa menyebut pelanggan Gen Z membutuhkan pendekatan yang lebih mudah. Sementara generasi milenial dan baby boomer cenderung membutuhkan kepercayaan dan pendekatan yang lebih personal.

“Kalau ke Gen Z pendekatannya lebih gampang. Kalau ke generasi milenial atau baby boomer mereka butuh trust, jadi pendekatannya lebih personal,” jelasnya.

Takut Gagal, tetapi Tidak Berhenti Melangkah

Menjalankan bisnis di usia 24 tahun tentu menghadirkan rasa takut gagal. Anisa pun mengaku pernah merasakan hal tersebut, terutama ketika kondisi ekonomi sedang tidak mudah. Ketika harga kebutuhan pokok meningkat, daya beli masyarakat ikut berkurang.

Dia bercerita, pada periode tertentu, seperti Juli, kebutuhan keluarga meningkat karena orang tua harus mempersiapkan biaya daftar ulang dan kebutuhan sekolah anak. Akibatnya, masyarakat menjadi lebih selektif dalam mengalokasikan pengeluaran untuk konsumsi.

Dalam situasi itu, Anisa merasa beruntung karena ilmu yang ia dapat dari Universitas Ciputra tentang bisnis kuliner dan management sangat membantunya menyelesaikan tantangan.

Bagi Anisa, membangun Soko Pawon juga bukan sekadar tentang menghasilkan keuntungan. Ia ingin bisnis tersebut menjadi ruang untuk belajar dan bertemu banyak orang sekaligus memberikan dampak.

“Saya ingin bekerja yang membawa impact terhadap orang lain, tidak hanya saya sendiri. Saya ingin membuka lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Karena itu, Anisa tidak membatasi usia karyawan. Baginya, selama seseorang memiliki komitmen dan kemauan bekerja, kesempatan terbuka.

Soko Pawon juga terus mencoba menjangkau konsumen melalui menu paket untuk berbagai kegiatan, mulai dari acara ibu-ibu, reuni hingga party. Restoran tersebut juga menyediakan fasilitas sewa venue.

Dari sebuah pilihan sederhana untuk menghadirkan tempat makan yang disukai keluarga, Anisa kini memiliki mimpi yang lebih besar. Ia ingin Soko Pawon tetap ramai, berkembang dan suatu hari memiliki cabang. Bersamaan dengan itu, semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang bisa dibuka.

“Harapannya semoga warung saya tetap ramai agar bisa buka cabang dan memperluas lapangan pekerjaan,” pungkas Anisa.

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:17
01:10
05:30
04:07
01:09
00:52

Viral