- LPDB Koperasi
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir, LPDB Koperasi Jemput Bola di Borobudur Expo 2026
Dalam kunjungan tersebut, pembahasan diarahkan pada bagaimana instrumen pembiayaan LPDB Koperasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan koperasi dan usaha produktif di wilayah Jawa Tengah. Potensi ekonomi kawasan Borobudur yang mencakup pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan, serta berbagai usaha berbasis masyarakat menjadi bagian dari ekosistem yang dapat diperkuat melalui koperasi.
Kehadiran Menteri Koperasi di layanan Coaching Clinic LPDB juga memperlihatkan bahwa akses pembiayaan koperasi menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi koperasi dan penguatan ekonomi daerah.
Ferry sebelumnya mendorong pemerintah daerah untuk melakukan kurasi terhadap UMKM yang memiliki potensi untuk ditransformasikan menjadi koperasi. Langkah tersebut dapat dilanjutkan dengan pelatihan, pendampingan, inkubasi, hingga pembiayaan.
“Jadi saya tadi langsung menyambut tantangan dari Pak Walikota. Sekaligus saya tantang terima tantangan Walikota Magelang, Walikota Pekalongan dan Bupati Temanggung untuk segera mungkin membuat pelatihan-pelatihan yang dikumpulkan, nanti dikurasi dari masing-masing kota dan kabupatennya. Mana UMKM yang sudah bisa didorong untuk membentuk koperasi,” ujar Ferry.
Arahan tersebut sejalan dengan kehadiran LPDB Koperasi di Borobudur Expo 2026. Melalui booth Coaching Clinic, LPDB Koperasi menghadirkan layanan konsultasi agar koperasi maupun masyarakat tidak hanya memperoleh informasi mengenai dana bergulir, tetapi juga memahami peluang dan mekanisme pembiayaan yang tersedia bagi koperasi.
Dana bergulir LPDB Koperasi merupakan instrumen pinjaman atau pembiayaan resmi pemerintah yang diperuntukkan bagi koperasi, baik melalui skema konvensional maupun syariah. Kehadiran layanan konsultasi secara langsung di tengah event diharapkan dapat memperpendek jarak informasi antara koperasi dengan akses pembiayaan pemerintah.
Dari Event ke Akses Pembiayaan
Borobudur Expo 2026 sendiri menjadi ruang pertemuan berbagai potensi ekonomi dari kawasan penyangga Borobudur dan wilayah Purwomanggung yang mencakup Kabupaten Purworejo, Wonosobo, Magelang, Kota Magelang, dan Temanggung.
Walikota Magelang Damar Prasetyono menyampaikan, event seperti Borobudur Expo diharapkan tidak berhenti pada peningkatan jumlah kunjungan maupun transaksi selama kegiatan berlangsung, tetapi mampu menciptakan hubungan usaha baru dan membuka pasar yang lebih luas.
“Kami berharap ada kemanfaatan ekonomi. Ada kerja sama baru yang terbentuk dalam setiap event. Ada produk yang mendapatkan pasar baru, ada UMKM yang menemukan mitra baru, ada koperasi yang menemukan peluang baru, dan tentunya ada investor yang melihat potensi baru,” ujar Damar.