news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sesi diskusi Growing with Purpose: Business Leadership for Sustainable Impact..
Sumber :
  • Istimewa

Keberlanjutan Tak Cuma soal CSR, Unilever (UNVR) Ungkap Perlunya Integrasi dalam Rantai Bisnis

UNVR membeberkan bahwa pentingnya keberlanjutan masuk ke seluruh proses bisnis, dari bahan baku hingga kemasan, serta menargetkan emisi nol bersih pada 2039.
Sabtu, 19 September 2026 - 20:47 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Isu keberlanjutan kini dianggap tidak cukup ditempatkan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Pasalnya, prinsip tersebut perlu terintegrasi ke dalam seluruh rantai bisnis, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengelolaan kemasan setelah digunakan konsumen.

Hal itu disampaikan Director of Communication, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia (UNVR) dalam  sesi diskusi Growing with Purpose: Business Leadership for Sustainable Impact di acara Katadata SAFE 2026.

Nurdiana Darus mengatakan, komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun dan kini memasuki fase ketiga.

Pada tahap tersebut, keberlanjutan tidak lagi dijalankan sebagai agenda yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari proses bisnis perusahaan.

“Yang berbeda pada fase ketiga ini adalah bagaimana kami mengintegrasikan dan melekatkan keberlanjutan ke dalam proses bisnis,” kata Nurdiana, dikutip Sabtu (19/9/26).

Menurutnya, integrasi keberlanjutan salah satunya diterapkan melalui pemilihan bahan baku. Sejak 2010, Unilever menjalankan komitmen sustainable sourcing untuk memastikan asal bahan yang digunakan dapat ditelusuri.

“Kami mengetahui bahan-bahan yang digunakan berasal dari mana. Dengan begitu, kami dapat memantau apakah bahan tersebut diperoleh dari sumber yang baik bagi manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Prinsip keberlanjutan juga diterapkan dalam proses produksi melalui standar operasional dan sistem penjaminan mutu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk tetap aman dan memenuhi standar kualitas.

Sementara pada sektor pengemasan, Unilever memiliki empat komitmen terkait penggunaan plastik. Komitmen itu mencakup pengurangan plastik baru atau virgin plastic, peningkatan penggunaan material daur ulang, serta pengembangan kemasan yang dapat didaur ulang, digunakan kembali, atau terurai secara hayati.

Perusahaan juga berkomitmen mengumpulkan dan memproses sampah plastik dengan jumlah yang melebihi total plastik yang digunakan.

“Komitmen ini datang dari tingkat global dan diterapkan di semua pasar, termasuk Indonesia,” kata Nurdiana. Indonesia merupakan salah satu dari lima pasar terbesar Unilever secara global.

Selain pengelolaan material, Unilever menargetkan pencapaian emisi nol bersih pada 2039. Target tersebut diterapkan dalam kegiatan operasional pabrik sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab jajaran pimpinan tertinggi perusahaan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
03:39
04:40
22:09
07:46
08:33

Viral