- ANTARA
Ekspor Perikanan RI Tembus US$6,27 Miliar, tetapi Masih Peringkat 10 Dunia: Ini Peluang Besar yang Disorot Wamen KKP
Ia mencontohkan Norwegia yang, menurut paparannya, mampu mencatatkan ekspor senilai US$17 miliar dengan produksi sekitar 4 juta ton. Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa volume produksi bukan satu-satunya faktor penentu nilai ekspor. Pengolahan, kualitas, jenis produk, serta kemampuan menjangkau pasar dengan harga lebih tinggi juga berperan dalam meningkatkan nilai ekonomi komoditas.
Karena itu, peluang Indonesia tidak hanya terletak pada peningkatan jumlah hasil tangkapan atau produksi budidaya. Pengembangan produk olahan, penguatan standar mutu, penyimpanan yang memadai, serta strategi pemasaran internasional juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah.
Pangan Biru dan Hilirisasi Membuka Peluang Bisnis Baru
Irwan menggunakan istilah pangan biru untuk menggambarkan semakin pentingnya sumber pangan dari laut dalam memenuhi kebutuhan masa depan. Pertumbuhan penduduk dan penyusutan lahan pertanian, termasuk di Pulau Jawa, membuat sumber daya kelautan berpotensi memainkan peran yang semakin besar dalam sistem pangan global.
"Pangan biru sedang menjadi bisnis yang besar saat ini dan akan menjadi sangat besar di masa depan. Pertanyaannya, di mana posisi Indonesia?" kata Irwan.
Dalam sambutannya, ia juga mengangkat novel Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer untuk menggambarkan perubahan posisi Nusantara dalam jalur perdagangan. Ia menilai Indonesia perlu kembali memanfaatkan kekuatan maritimnya agar tidak hanya menjadi pasar bagi produk negara lain.
"Ketika kita berpaling dari laut, arus perdagangan berbalik. Kini perdagangan bergerak dari utara ke selatan, dan kita dibanjiri produk. Sudah saatnya kita membalikkan itu kembali. Karena itu, saya sangat mengapresiasi inisiatif Pak Atta dan timnya," ujarnya.
Untuk mendukung pengembangan sektor kelautan, pemerintah menjalankan kebijakan ekonomi biru yang mencakup perluasan kawasan konservasi, pengembangan perikanan budidaya di wilayah pesisir, laut, dan darat, pengawasan pulau-pulau kecil dan pesisir, serta penanganan sampah plastik.
Menurut Irwan, berbagai agenda tersebut juga membuka peluang usaha di sepanjang rantai nilai industri perikanan. Kesempatan bisnis tidak terbatas pada kegiatan menangkap ikan atau membudidayakan komoditas laut, tetapi juga mencakup penyediaan pakan dan benih, fasilitas rantai dingin, pengolahan hasil laut, logistik, hingga ekspor.