- ANTARA
Ekspor Perikanan RI Tembus US$6,27 Miliar, tetapi Masih Peringkat 10 Dunia: Ini Peluang Besar yang Disorot Wamen KKP
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, menegaskan bahwa akses pasar harus diikuti kesiapan pelaku usaha. Pemahaman terhadap regulasi negara tujuan, standar produk, efisiensi produksi, logistik, dan strategi mempertahankan pasar menjadi bagian penting dari proses ekspor.
Di sisi lain, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menyoroti kepastian hukum, perlindungan kekayaan intelektual, dan kepatuhan terhadap kontrak sebagai fondasi kepercayaan dalam perdagangan internasional.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan membantu pelaku usaha, termasuk UMKM dan industri perikanan, meningkatkan daya saing serta menemukan peluang ekspor baru.
Irwan menegaskan bahwa kekayaan laut Indonesia membutuhkan kolaborasi agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
"Tidak banyak negara yang dianugerahi kekayaan laut seperti kita. Saya banyak terlibat di bidang sumber daya mineral, dan sekarang saya melihat sumber daya laut kita jauh lebih berharga dari itu semua. Yang kita perlukan adalah kolaborasi," tuturnya.
Pada akhirnya, peluang ekspor perikanan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar hasil laut yang diproduksi, tetapi juga kemampuan meningkatkan kualitas, nilai tambah, dan akses ke pasar internasional. Dengan dukungan investasi, pengolahan, standar mutu, serta jaringan bisnis yang tepat, potensi laut Indonesia dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih besar. (udn)