- Instagram @martha_tilaar
Kisah Perjuangan Martha Tilaar, dari Salon Kecil di Garasi hingga Membangun Bisnis Kosmetik Besar
Mendirikan PT Martina Berto dan Meluncurkan Sariayu
Langkah penting dalam perjalanan bisnis Martha Tilaar terjadi pada 1977. Ia menjalin kerja sama dengan Boenjamin Setiawan dan Theresia Harsini Setiady dari Kalbe Farma untuk mendirikan PT Martina Berto, perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik dan jamu.
Melalui perusahaan tersebut, Martha meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertamanya. Merek ini menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan kosmetik yang mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Perkembangan bisnis berlanjut dengan pendirian PT Sari Ayu Indonesia pada 1983, yang secara khusus menangani distribusi produk kosmetik Sariayu.
Sebelumnya, PT Martina Berto juga meresmikan pabrik kosmetik pertamanya di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada 22 Desember 1981. Perusahaan kemudian membuka pabrik kedua pada 1986 di kawasan industri yang sama.
Pada 1984, Martha memperoleh gelar doktor kehormatan di bidang Fashion Artistry dari The World University, Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Perjalanan tersebut menandai perubahan skala usaha Martha. Bisnis yang berawal dari salon kecil mulai berkembang menjadi perusahaan yang memiliki fasilitas produksi dan jaringan distribusi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Menghadapi Dominasi Produk Kecantikan dari Barat
Salah satu tantangan terbesar Martha Tilaar adalah membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk kecantikan lokal. Pada masa itu, produk dari Barat kerap dianggap lebih unggul dibandingkan produk berbahan alami dari Indonesia.
Martha tidak ingin hanya mengandalkan klaim bahwa ramuan tradisional memiliki manfaat. Ia berusaha menunjukkan bukti nyata agar konsumen dapat menilai hasil perawatan yang ditawarkan.
Dalam tayangan Business Lounge, Martha menjelaskan pendekatan yang ia gunakan untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Setiap namanya usaha yang melewati atau yang against the stream ya itu memang susah banget, susah banget. Khususnya karena orang Indonesia ingin sekali agar setiap kosmetik atau setiap barang-barang yang berasal dari Barat itu adalah yang terbaik, sedangkan kearifan budaya atau natural beauty yang ada di Indonesia kurang disenangi. Tapi kita harus terus berjuang dan memberi contoh kepada mereka dan akhirnya mereka juga bisa menerimanya. Misalnya dengan memfoto wajah yang berjerawat, tiba-tiba saya rawat dengan ramuan, setelah itu sembuh jerawatnya kita foto lagi. Jadi promise and proof, jadi harus ada ini kenyataan, ini kebenarannya gitu loh,” ujar Martha Tilaar.