news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Realisasi Kedaulatan Energi Nasional, Pemerintah Resmikan Proyek Gas JNE#6 dan Lapangan Maha..
Sumber :
  • Istimewa

Realisasi Kedaulatan Energi Nasional, Pemerintah Resmikan Proyek Gas JNE#6 dan Lapangan Maha

Produksi gas bumi dari wilayah lepas pantai Kalimantan Timur ditargetkan meningkat menjadi sekitar 750 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) mulai 1 November 2026. 
Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Produksi gas bumi dari wilayah lepas pantai Kalimantan Timur ditargetkan meningkat menjadi sekitar 750 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) mulai 1 November 2026. 

Peningkatan tersebut didorong tambahan pasokan sekitar 290 MMSCFD dari proyek Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan pengembangan Lapangan Maha-South Hub.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, kedua proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pasokan gas nasional sekaligus kedaulatan energi dalam program Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Ini adalah bentuk keseriusan pemerintah dan seluruh perusahaan, terutama Searah dan Eni, dalam mewujudkan Asta Cita Bapak Presiden, di mana salah satu di antaranya adalah mewujudkan kedaulatan energi," kata Bahlil, Jakarta, Kamis (22/10/).

Bahlil menjelaskan, pemerintah menyambut baik keberhasilan pengeboran cabang baru (side-tracking) sumur JNE#6 yang telah menunjukkan hasil signifikan sejak 9 Oktober 2026.

Menurutnya, produksi gas tercatat melonjak lebih dari lima kali lipat, dari sekitar 10 MMSCFD menjadi 56 MMSCFD hingga turut menambah cadangan gas awal sekitar 100 BCF.

"Ada penambahan 60 MMSCFD dan dari Blok Maha sekitar 230 MMSCFD. Jadi, totalnya kurang lebih sekitar 290 MMSCFD. Dengan demikian, produksi existing mereka yang saat ini sebesar 450 MMSCFD ditambah 290 MMSCFD, maka pada 1 November mendatang sudah bisa mencapai 750 MMSCFD," jelas Bahlil.

Selain itu, kata Bahlil, fasilitas produksi Lapangan Maha yang menelan investasi sekitar 891 juta US dolar ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026 dengan perkiraan membuka lebih dari 700 lapangan kerja.

Sementara, Presiden Direktur Searah Muara Bakau B.V., Mirko Araldi menegaskan komitmen perusahaan untuk terus melakukan eksplorasi demi menemukan potensi cadangan baru.

"Fasilitas Jangkrik telah menjadi bagian penting dari operasi kami dan saat ini sepenuhnya dioperasikan oleh tenaga kerja Indonesia. Kami terus melanjutkan program eksplorasi, termasuk kegiatan survei seismik 3D/4D bersama mitra. Survei yang mencakup area sekitar 12.000 kilometer persegi ini merupakan salah satu survei seismik terbesar yang dilakukan perusahaan di Indonesia untuk membantu menilai potensi eksplorasi yang masih tersedia di Cekungan Kutai," ungkapnya. (raa/dpi)  

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral