- Istimewa
Penyaluran BBM Diperketat, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi
Jakarta, tvOnenewa.com - Pemerintah Indonesia terus berupaya memaksimalkan pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan non subsidi hingga ke tingkat stasiun pengisian.
Dalam upayanya itu pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) meluncurkan program Pengawal Energi 2026 yang turut melibatkan putra-putri daerah.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot mengatakan, program ini margetkan pengawalan penyaluran BBM dengan jangkauan 3.679 SPBU.
Program tersebut turut dilunucurkan pada kegiatan malam puncak Perayaan Hari Jadi ke-81 Pertambangan dan Energi.
Pemerintah berharap program ini melahirkan pengawal energi yang kompeten, berintegritas, dan berdedikasi agar pasokan energi menjangkau masyarakat secara merata dan tepat sasaran.
"Penugasan ini sekaligus menjadi wahana strategis dalam membina talenta muda bangsa melalui pemberian akses pengalaman lapangan langsung dan peningkatan kompetensi teknis di sektor energi, sehingga tata kelola subsidi yang transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal," ujar Yuliot, Jakarta, Minggu (25/10).
Yuliot memaparkan program ini bakal melibatkan putar-putri daerah sesuai domisili provinsi atau wilayah terdekat.
Menurutnya pendekaran pemberdayaan lokal ini ditujukan untuk mengoptimalkan pemahaman kondisi geografis, efisiensi logistik penugasan, penerimaan masyarakat setempat, serta ketahanan dan kesigapan petugas di lapangan.
Selain itu, Kementerian ESDM turut memberikan anugerah Penghargaan Energi Subroto 2026 kepada pelaku industri, pemerintah daerah, dan tokoh yang berkontribusi bagi sektor energi dan pertambangan.
Yuliot memaparkan Penghargaan Energi Subroto jua sebagai pengingat tata kelola sumber daya energi tidak semata mengejar nilai ekonomi dan produksi, tetapi merupakan tanggungjawab besar untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan rakyat.
"Sebuah penghargaan mungkin hanya diterima dalam beberapa menit di atas panggung, tetapi kerja keras di baliknya berlangsung bertahun-tahun. Itulah yang sesungguhnya kita rayakan malam ini," kata Yuliot. (raa/dpi)