- tim tvOne
Ekonomi Jatim Tumbuh 5,72 Persen, Neraca Perdagangan Defisit USD 3,52 Miliar
Meski demikian, indeks gini rasio sedikit meningkat. Kondisi ini menjadi catatan bagi pemerataan hasil pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
Realisasi APBN Jatim Capai Rp188,13 Triliun
Hingga 30 September 2026, penerimaan negara di Jawa Timur mencapai Rp188,13 triliun atau 67,24 persen dari target, tumbuh 8,81 persen secara tahunan. Penerimaan tersebut terdiri atas pajak Rp78,07 triliun, kepabeanan dan cukai Rp102,70 triliun, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp7,35 triliun.
Sementara itu, belanja negara terealisasi Rp92,53 triliun atau 76,60 persen dari pagu. Belanja pemerintah pusat mengalami peningkatan, terutama pada belanja modal yang tumbuh 144,39 persen.
Adapun transfer ke daerah mencapai Rp54,46 triliun. Namun, penyalurannya terkontraksi secara tahunan akibat penurunan dana bagi hasil dan dana alokasi umum.
Secara keseluruhan, penerimaan negara yang tercatat di Jawa Timur lebih besar daripada belanja negara di wilayah tersebut, sehingga menghasilkan surplus APBN regional Rp95,59 triliun.
“APBN tidak hanya berfungsi sebagai pengumpulan dan penyaluran dana, tetapi juga menjadi pengungkit pembangunan melalui investasi infrastruktur, dukungan pendidikan-kesehatan, perlindungan sosial, dan pembiayaan usaha masyarakat,” jelas Ilmiawan.
Hingga September 2026, realisasi anggaran pendidikan tercatat Rp27,50 triliun, sedangkan belanja fungsi kesehatan mencapai Rp2,21 triliun. Penyaluran bantuan sosial mencapai Rp8,77 triliun, sementara pembiayaan usaha melalui program kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), mencapai Rp44,99 triliun.
Kementerian Keuangan juga mencatat perlunya percepatan realisasi anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan. Adapun pembangunan Sekolah Rakyat disebut telah mencapai 95,6 persen dari pagu anggaran.
Capaian pertumbuhan ekonomi dan realisasi APBN tersebut menjadi gambaran kondisi ekonomi Jawa Timur hingga triwulan III 2026. Namun, defisit perdagangan, tekanan harga, dan meningkatnya ketimpangan tetap menjadi tantangan yang perlu diperhatikan. (gol)