- Istimewa
Sinopsis dan Review Film ‘Tumbal Proyek’ dengan Mitos yang Sudah Lama Hidup di Tengah Masyarakat
Alih-alih hanya mengandalkan jumpscare, film ini lebih banyak membangun rasa takut lewat suasana sunyi dan tekanan psikologis. Area proyek konstruksi yang gelap, sempit, dan penuh suara-suara misterius berhasil menciptakan rasa tidak nyaman yang konsisten.
Visual proyek pembangunan juga dibuat cukup realistis sehingga membuat penonton terasa seperti ikut berada di tengah lokasi teror. Tata suara menjadi salah satu elemen yang paling menonjol dalam membangun ketegangan di sejumlah adegan.
Beberapa penonton bahkan terlihat menutup mata saat adegan-adegan tertentu muncul karena intensitas horor yang cukup tinggi.
Akting Kiesha Alvaro dan Callista Arum Jadi Sorotan
Penampilan Kiesha Alvaro sebagai Yuda menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Ia mampu menampilkan emosi karakter yang dipenuhi rasa penasaran, takut, sekaligus trauma akibat kematian ayahnya.
Chemistry antara Kiesha Alvaro dan Callista Arum juga dinilai cukup natural sepanjang film berlangsung. Hubungan antar karakter terasa tidak dipaksakan sehingga emosi dalam cerita lebih mudah tersampaikan kepada penonton.
Selain itu, kehadiran Karina Suwandhi dan sejumlah pemain senior lainnya turut memperkuat nuansa misterius dalam cerita.
Daftar Pemain Film Tumbal Proyek
Berikut daftar pemeran film Tumbal Proyek:
-
Kiesha Alvaro sebagai Yuda
-
Callista Arum sebagai Laras
-
Karina Suwandhi sebagai Martha
-
Eduward Manalu sebagai Sutomo
-
Fuad Idris sebagai Mbah Tarmo
-
Agus Firmansyah sebagai Rudi
-
Adi Sudirja sebagai Yanto
-
Rendy Khrisna sebagai Bayu
-
Raffan Al Aryan sebagai Wahyu
-
Stella Bodea sebagai Mirna
-
Cinta Dewi sebagai Ratna
-
Ayu Inten sebagai Wati
-
Cetul Leatherart sebagai Heru
-
Kanaya Tsabitah sebagai Intan
Review Singkat: Horor Urban Legend yang Terasa Dekat dengan Realita
Meski mengangkat tema urban legend yang sudah cukup familiar di masyarakat Indonesia, Tumbal Proyek tetap mampu menghadirkan nuansa berbeda.
Film ini terasa lebih relevan karena mengaitkan mitos tumbal proyek dengan realita sosial yang sering menjadi perbincangan publik. Pendekatan tersebut membuat horor dalam film terasa lebih dekat dan membekas.
Alur cerita memang sempat berjalan agak lambat di awal sebelum masuk ke konflik utama. Namun tensi perlahan meningkat dan berhasil menjaga rasa penasaran hingga akhir film.