- YouTube/dr. Zaidul Akbar Official dan Pexels/Markus Winkler
Jangan Makan Nasi Telur Meski Rasanya Enak dan Harganya Murah, dr Zaidul Akbar Tegas Bilang Kalau...
tvOnenews.com - Saat tanggal tua melanda, mungkin salah satu pilihan menu makanan Anda adalah nasi dengan telur. Sebab, selain mudah dibuat, nasi telur juga punya rasa yang enak dan harganya lebih murah.
Apalagi nasi telur bisa dikatakan menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Olahan nasi telur pun cukup beragam, mulai dari telur dadar atau telur mata sapi dengan nasi putih hingga nasi goreng.
Bahkan, di media sosial juga banyak konten-konten yang memberi resep memasak nasi telur dengan bermacam-macam tambahan bumbu. Gak heran jika menu nasi telu menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia.
Namun, mulai sekarang tampaknya Anda harus lebih memerhatikan bagaimana cara memakan nasi telur yang benar. Ini supaya kesehatan tubuh Anda juga tetap terjaga.
Dilansir lama YouTube milik dr. Zaidul Akbar, ia menjelaskan alasannya. Menurutnya, makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat dan protein nyatanya tak baik bagi tubuh, meski makanan itu terlihat sederhana.
"Makanan yang sederhana tuh seperti apa? Jadi kalau misalkan ibu bapak makan dalam satu piring ada nasinya ada kentangnya, kemudian ada ikan, ikan beneran ya. Ada telurnya kemudian ada tempenya. Kemudian ada sayurnya,” sambungnya.
Lebih lanjut dokter dan penceramah itu juga menjelaskan bahwa makanan yang baik bagi kesehatan tubuh adalah makanan yang tidak terlalu banyak macamnya.
"Jadi, kalau ditanya makanan yang sederhana yang sederhana seperti apa? Yang tidak terlalu banyak ragamnya,” sambungnya lebih lanjut.
Anda mungkin berpikir, kalau begitu maka seharusnya makan nasi dengan telur bisa baik untuk kesehatan. Toh, tidak terlalu banyak macamnya.
Menurut penjelasan dr Zaidul Akbar, telur mengandung protein yang ketika digoreng membuat telur tersebut menjadi tak sehat lagi.
“Kalau bicara telur sendiri, sebenarnya kalau telur itu kan protein. Jadi, ketika telur itu digoreng sudah terjadi denaturasi telurnya sudah gak sehat,” ungkap dr Zaidul Akbar.
Lebih lanjut, jika telur dimasak dengan baik, maka proteinnya akan tetap terjaga dan tidak rusak.