news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Kulit Terbakar.
Sumber :
  • Freepik

Kasus Aktivis Disiram Air Keras, Dokter Jelaskan Langkah Pertolongan Pertama Jika Mengalami Hal Serupa

Kasus aktivis disiram air keras viral di media sosial. Dokter jelaskan pertolongan pertama jika terkena cairan kimia berbahaya seperti air keras.
Jumat, 13 Maret 2026 - 23:39 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kasus penyiraman air keras kembali menjadi perhatian publik setelah seorang aktivis dilaporkan mengalami serangan oleh orang tak dikenal.

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat sekaligus memunculkan berbagai pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan jika seseorang mengalami kejadian serupa.

Di media sosial, banyak warganet yang mengungkapkan rasa prihatin terhadap kasus serupa.

Salah satu pertanyaan yang muncul mengenai pertolongan pertama yang harus dilakukan apabila seseorang terkena air keras.

“Amit-amit kejadian, pertolongan pertama apa yang bisa dilakukan kalau disiram air keras?” tulis seorang warganet.

Pertanyaan tersebut kemudian mendapat respons dari dokter Adam Prabata, yang memberikan penjelasan mengenai langkah pertolongan pertama dalam kasus luka akibat zat kimia berbahaya.

Melalui akun media sosial X miliknya, dr. Adam Prabata menjelaskan bahwa air keras yang mengenai tubuh termasuk dalam kategori luka bakar kimia atau acid and chemical burn.

Jenis luka ini terjadi akibat paparan zat kimia yang bersifat korosif dan dapat merusak jaringan tubuh dengan cepat.

Menurutnya, penanganan awal sangat penting untuk meminimalkan kerusakan pada kulit dan jaringan tubuh.

“Izin memberikan info mengenai pertolongan pertama bila terkena air keras. Air keras itu kalau terkena tubuh termasuk ke dalam acid and chemical burn,” tulis dr. Adam Prabata.

Ia kemudian membagikan beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

1. Lepaskan Pakaian yang Terkena Zat Kimia

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera melepaskan pakaian atau benda yang terkena cairan kimia tersebut.

Hal ini bertujuan untuk mencegah zat kimia terus mengenai kulit dan memperparah luka.

Jika memungkinkan, pakaian yang terkontaminasi harus dilepaskan dengan hati-hati agar tidak menyebarkan cairan kimia ke bagian tubuh lainnya.

2. Singkirkan Zat Kimia yang Menempel

Jika terdapat zat kimia dalam bentuk kering yang menempel pada kulit, maka zat tersebut perlu disingkirkan terlebih dahulu sebelum membilasnya dengan air.

Langkah ini penting untuk mencegah reaksi kimia yang lebih luas ketika zat tersebut terkena air.

3. Bilas dengan Air Mengalir Selama Satu Jam

Langkah paling penting dalam penanganan luka akibat air keras adalah membilas area yang terkena dengan air mengalir dalam jumlah banyak.

Disarankan agar pembilasan dilakukan secara terus-menerus selama sekitar satu jam.

Air mengalir dapat membantu mengencerkan dan menghilangkan zat kimia yang menempel pada kulit.

“Berikan air yang banyak atau air mengalir ke area yang terkena zat kimia selama satu jam terus menerus,” jelasnya.

Proses pembilasan ini sangat penting karena dapat mengurangi tingkat kerusakan jaringan akibat zat kimia korosif.

4. Jangan Mengoleskan Krim atau Bahan Lain

Selain itu, korban tidak disarankan untuk mengoleskan krim, salep, atau bahan kimia lainnya ke area yang terkena air keras.

Hal tersebut justru berpotensi memperburuk kondisi luka atau memicu reaksi kimia tambahan.

“JANGAN berikan apapun, termasuk krim atau zat kimia lain, ke area tubuh yang terkena air keras,” tulisnya.

5. Segera Bawa Korban ke Rumah Sakit

Setelah melakukan pertolongan pertama, korban harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut.

Dokter di fasilitas kesehatan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh serta memberikan terapi yang sesuai untuk mengatasi luka bakar kimia tersebut.

“Segera bawa ke RS terdekat agar segera mendapatkan penanganan memadai,” tambah dr. Adam.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal.

Peristiwa tersebut disampaikan dalam pernyataan tertulis Badan Pekerja KontraS yang diterima media pada Jumat (13/03).

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa serangan tersebut mengakibatkan luka serius pada tubuh korban.

Serangan penyiraman air keras itu disebut menyebabkan luka di berbagai bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.

Menurut Dimas, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/03) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat kejadian berlangsung, Andrie Yunus baru saja menyelesaikan perekaman siniar atau podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang berada di Jakarta.

Setelah kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan sekitar 24 persen pada tubuhnya. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:55
01:48
03:02
04:57
01:21
02:42

Viral