- (ANTARA/Pexels)
Hati-Hati, Usai Lebaran Serangan Jantung Bisa Meningkat Drastis, Ini Faktor Pemicunya
tvOnenews.com - Periode libur Lebaran atau Idul Fitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, serta hidangan lezat yang melimpah.
Momen ini menjadi waktu yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga, menikmati berbagai makanan khas, hingga melepas penat setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Namun di balik suasana tersebut, ada risiko kesehatan yang sering kali tidak disadari, yakni meningkatnya kasus serangan jantung setelah Lebaran.
Risiko Serangan Jantung Saat Liburan
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kejadian serangan jantung cenderung meningkat selama periode liburan panjang.
Meski banyak studi dilakukan pada momen seperti Natal dan Tahun Baru, pola yang ditemukan juga relevan untuk Lebaran.
Hal ini disebabkan oleh kesamaan kebiasaan selama liburan, seperti perubahan pola makan, aktivitas fisik yang menurun, hingga gangguan pola tidur.
Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat memicu gangguan pada sistem kardiovaskular.
Peningkatan ini bahkan terlihat dari lonjakan angka kematian akibat penyakit jantung pada periode tertentu yang bertepatan dengan musim liburan.
Salah satu faktor terbesar penyebab meningkatnya risiko serangan jantung setelah Lebaran adalah perubahan pola makan yang drastis.
Hidangan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, dan berbagai kue kering umumnya mengandung lemak jenuh tinggi, gula berlebih, garam atau natrium tinggi.
- Freepik/user18526052
Konsumsi makanan tersebut dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan darah, kadar kolesterol, serta risiko pembekuan darah.
Kondisi ini tentu berbahaya, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi.
Selain itu, frekuensi makan yang meningkat dan porsi yang lebih besar dari biasanya membuat jantung bekerja lebih keras.
Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan dalam jumlah besar dapat memicu kejadian jantung akut dalam waktu beberapa jam setelah konsumsi.
Selama Lebaran, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik.
Waktu lebih banyak dihabiskan untuk berkumpul, duduk, dan menikmati makanan. Kurangnya aktivitas ini dapat memperburuk kondisi metabolisme tubuh.
Di sisi lain, pola tidur juga sering terganggu. Begadang, perjalanan mudik, serta perubahan jadwal harian dapat memengaruhi ritme tubuh.