news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase foto nasi putih - orang Jepang.
Sumber :
  • Freepik

3 Rahasia Orang Jepang Makan Nasi Putih Tanpa Takut Gemuk dan Diabetes

Nasi putih selama ini kerap kali dituding sebagai biang kerok utama pemicu obesitas hingga penyakit mematikan seperti diabetes melitus. Namun, fakta unik justru
Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:57 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Nasi putih selama ini kerap kali dituding sebagai biang kerok utama pemicu obesitas hingga penyakit mematikan seperti diabetes melitus. Namun, fakta unik justru tersaji di Negeri Sakura, Jepang.

Meskipun masyarakatnya mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokok setiap hari, tingkat pengidap diabetes dan obesitas di sana justru berada di angka yang sangat minim.

Hebatnya lagi, Jepang tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia sekaligus pemilik rata-rata angka harapan hidup paling tinggi di jagat raya.

3 Alasan Logis Mengapa Nasi Orang Jepang Lebih Sehat, Rendah Gula, dan Anti Obesitas
Sumber :
  • Freepik

Dilansir dari laman Soha, Profesor Fan Zhihong dari Sekolah Ilmu Pangan dan Teknik Gizi Universitas Pertanian Tiongkok membeberkan bahwa diabetes sebenarnya merupakan penyakit yang dipicu oleh multitafsir faktor.

Mulai dari jeratan faktor genetik, hingga gaya hidup hobi melahap makanan tinggi gula, lemak, serta karbohidrat tanpa diimbangi dengan olahraga.

Lantas, apa rahasia magis di balik tubuh ramping dan sehat warga Jepang walau tetap makan nasi? Ternyata, mereka menerapkan 3 metode konsumsi nasi yang sangat jarang dilakukan oleh masyarakat negara lain:

1. Porsi Nasi Mini dengan Lauk Serba Hambar

Warga Jepang memang rutin mengonsumsi nasi di setiap jam makan. Namun, kunci utama agar jarum timbangan mereka tidak bergeser ke kanan adalah kontrol porsi yang sangat ketat. Dalam sekali makan, porsi nasi yang disajikan tergolong mini, yakni hanya berkisar 100 gram saja.

Sebaliknya, piring mereka justru didominasi oleh variasi makanan pendamping atau lauk pauk. Menariknya, kuliner Jepang terkenal sangat hambar karena minim penggunaan gula, garam, dan minyak.

Mereka bahkan gemar mengonsumsi sayuran segar dan ikan mentah demi menjaga keaslian nutrisi makanan tersebut.

Strategi psikologis juga bermain di sini; masyarakat Jepang terbiasa makan menggunakan piring-piring berukuran kecil, yang secara tidak langsung memaksa otak dan tubuh untuk mengonsumsi lebih sedikit makanan.

3 Alasan Logis Mengapa Nasi Orang Jepang Lebih Sehat, Rendah Gula, dan Anti Obesitas
Sumber :
  • Freepik

2. Fanatik Nasi Suhu Ruang (Bukan nasi hangat)

Berbanding terbalik dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang sangat gemar menyantap nasi hangat yang baru matang dari magic com, orang Jepang justru lebih banyak mengonsumsi nasi dalam kondisi dingin, seperti pada menu sushi atau onigiri (nasi kepal).

Secara sains, nasi yang telah mendingin terbukti mengandung zat pati resisten yang bekerja layaknya serat.

Zat ini sangat sulit dicerna oleh tubuh, sehingga saat masuk ke sistem pencernaan, ia akan memperlambat proses penyerapan glukosa ke dalam darah. Alhasil, kadar gula darah pascamakan dipastikan tidak akan melonjak drastis.

Direktur Departemen Gastroenterologi Rumah Sakit Zhejiang, dr. Zheng Peifen, membenarkan bahwa mengonsumsi nasi dan hidangan dalam keadaan dingin sangat efektif menunda kenaikan kadar gula darah serta lipid.

Selain itu, nasi dingin juga menjadi amunisi bagus untuk mendongkrak perkembangan mikroflora alias bakteri baik di dalam usus.

Namun, ada catatan medis penting: pastikan nasi tidak dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama karena rawan terkontaminasi bakteri berbahaya yang memicu keracunan makanan.

3. Siasat Cerdik Campuran Gurih Asam Cuka

Sebelum disajikan dalam bentuk sushi atau bola nasi, masyarakat Jepang memiliki kebiasaan mengaduk nasi yang baru matang dengan campuran cuka.

Langkah ini bukan sekadar untuk memanjakan lidah, melainkan ada fungsi kesehatan yang luar biasa di dalamnya.

Kandungan asam asetat yang pekat di dalam cuka bekerja aktif menghambat kinerja enzim amilase.

Dampaknya, proses konversi atau perubahan pati menjadi glukosa berjalan jauh lebih lambat, sehingga kadar gula darah di dalam tubuh tetap terkontrol dengan aman.

Simak 10 Daftar Prinsip Gaya Hidup Orang Jepang, Gara-gara Ini Jepang Jadi Negara Maju!
Sumber :
  • pixabay.com

Budaya Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Jadi Kunci Utama

Di luar urusan isi piring, ada satu variabel krusial yang kerap luput dari perhatian publik, yaitu tingginya tingkat aktivitas fisik masyarakat Jepang. Mereka adalah kaum yang sangat aktif bergerak demi membakar kalori berlebih.

Berdasarkan data statistik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 98 persen anak-anak di Jepang terbiasa berjalan kaki atau mengayuh sepeda setiap hari untuk pergi ke sekolah.

Tak hanya anak muda, orang dewasa di Jepang juga sangat menggilai metode berjalan kaki hingga 10.000 langkah sehari.

Kebiasaan bergerak aktif inilah yang disinyalir menjadi benteng pertahanan terkuat mereka dalam menghalau obesitas, mendepak diabetes, sekaligus menjadi kunci rahasia umur panjang.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:58
06:13
07:04
05:40
01:08
07:17

Viral