- antara
Musim Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, Dinkes Jabar Ingatkan 4 Penyakit Ini
Jakarta, tvonenews.com- Musim kemarau di indonesia, diprediksi bakal lebih kering dan panjang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat pun mengingatkan 4 penyakit ini.
Dalam keterangannya, Dinkes Jawa Barat menyampaikan adanya penyakit yang umum terjadi di musim kemarau. Sebaiknya diwaspadai agar anda tetap menjaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi menyampaikan, musim kemarau yang esktrem bisa mengakibatkan pasokan air bersih menurun. Sehingga kebersihan berkurang dan mempengaruhi gaya hidup sehari-hari.
- Youtube hidup sehat tvone
Dengan kondisi tersebut, bisa menjadikan virus dan bakteri terkonsentrasi sehingga beberapa penyakit berkembang, seperti diare.
Bukan hanya air bersih berkurang, musim kemarau juga biasanya disertai kondisi udara yang lembab. Hal itu berisiko mengakibatkan dehidrasi atau tubuh kehilangan cairan saat suhu tinggi sebabkan dehidrasi.
Waspadai pula kondisi suhu tubuh meningkat secara drastis bisa mengalami (heatstroke).
"Apabila mengalami gejala suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis," ucap Vini, dikutip dari jabarprov, Senin (27/7).
Secara umum, dikatakan ada beberapa penyakit yang biasa muncul saat kemarau ekstrem, di antaranya diare, inspeksi saluran pernafasan (ISPA), dehidrasi dan malnutrisi. Namun juga tidak menutup kemungkinan adanya penyakit lainnya, seperti mengalami heatstroke.
Selain itu, Vini juga biasanya menyerang tubuh saat kemarau, adalah ISPA. Penyakit tersebut muncul karena asap dan kualitas udara yang buruk saat kemarau.
Data Kasus ISPA
Penyakit ISPA merupakan kepanjangan dari infeksi saluran pernapasan akut, infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik saluran atas maupun bawah. Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa organ pernapasan seperti sinus, faring, laring hingga hidung.
Sejauh ini sudah tercatat 50.740 Kasus di Blora, Jawa Tengah. Dalam laporannya, Dinkes mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), patut menjadi kewaspadaan masyarakat untuk menjaga kesehatan.
Penyakit ini mudah menular dan rentan mengenai anak-anak, di mana imunitas mereka memang masih dalam perkembangan, dan bisa menginfeksi pada lansia, yang biasanya telah mengalami penurunan kekebalan tubuh.
"Pasalnya dari total 50.740 kasus ISPA selama semester pertama 2026, sebanyak 2.698 kasus merupakan pneumonia, sedangkan 48.042 kasus lainnya bukan pneumonia.
"Peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang disertai cuaca panas dan kering perlu diwaspadai karena berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA. Sedangkan puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026," kata Kepala Dinkesda Blora Edi Widayat di Blora, dikutip dari Antara.(klw)