- Gambar ilustrasi AI
Jangan Anggap Sepele Lantai Licin! WHO Ungkap Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan Alami Cedera Akibat Jatuh
tvOnenews.com - Lantai licin masih menjadi salah satu ancaman tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Padahal, area rumah seperti kamar mandi, dapur, teras, hingga sekitar kolam renang menjadi lokasi dengan risiko terpeleset paling tinggi karena permukaannya mudah terkena air dan kehilangan daya cengkeram.
Risiko tersebut semakin besar bagi kelompok lanjut usia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa orang berusia di atas 60 tahun menjadi kelompok paling rentan mengalami cedera serius akibat jatuh, mulai dari patah tulang panggul, cedera kepala, hingga gangguan mobilitas yang dapat mengurangi kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Jatuh bukan sekadar kecelakaan ringan. Dalam banyak kasus, insiden tersebut dapat menyebabkan dampak kesehatan jangka panjang, termasuk keterbatasan bergerak, kebutuhan rehabilitasi dalam waktu lama, hingga meningkatnya risiko komplikasi medis.
Karena itu, pencegahan faktor risiko di lingkungan rumah menjadi perhatian penting dalam menjaga keselamatan penghuni.
WHO Sebut Jatuh Jadi Penyebab Kematian Cedera Terbesar Kedua
Data WHO menunjukkan bahwa jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan global yang serius. Setiap tahun diperkirakan sekitar 684 ribu orang meninggal dunia akibat kejadian jatuh, sementara lebih dari 37 juta kasus lainnya membutuhkan penanganan medis.
Kelompok lansia menjadi pihak yang paling terdampak karena kemampuan fisik, keseimbangan tubuh, serta kepadatan tulang cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Sejumlah penelitian juga memperkuat temuan tersebut. Studi yang dipublikasikan melalui PubMed Central menyebutkan bahwa jatuh merupakan penyebab utama cedera pada kelompok usia 65 tahun ke atas dan menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang terus meningkat.
Cedera akibat jatuh pada lansia tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis.
Rasa takut kembali terjatuh dapat membuat sebagian lansia membatasi aktivitas, mengurangi interaksi sosial, dan kehilangan kepercayaan diri untuk bergerak secara mandiri.
Selain lansia, anak-anak dan orang dewasa juga memiliki risiko mengalami cedera akibat terpeleset. Benturan akibat jatuh dapat menyebabkan memar, keseleo, robekan ligamen, patah tulang, cedera kepala, hingga trauma pada tulang belakang.
Apabila kepala membentur permukaan keras, seseorang bahkan dapat mengalami gegar otak atau cedera otak traumatik yang membutuhkan penanganan medis serius.
Area Rumah Basah Jadi Titik Rawan Kecelakaan
Kamar mandi menjadi salah satu lokasi paling sering dikaitkan dengan risiko terpeleset karena kombinasi antara air, sabun, dan permukaan lantai yang kurang memiliki daya cengkeram.
Namun, risiko tidak hanya berasal dari kamar mandi. Dapur, teras, area mencuci, hingga sekitar kolam renang juga menjadi titik yang perlu mendapat perhatian karena sering mengalami kondisi lembap atau basah.
WHO merekomendasikan sejumlah langkah pencegahan jatuh, termasuk memperbaiki kondisi lingkungan rumah, meningkatkan pencahayaan, memasang pegangan di area tertentu, serta menggunakan material lantai yang memiliki tingkat keamanan lebih baik.
Pemilihan material bangunan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan rumah yang lebih aman. Lantai dengan permukaan yang terlalu licin dapat meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan, terutama ketika terkena air.
Karena itu, penggunaan material dengan teknologi anti-slip mulai menjadi perhatian dalam desain hunian modern. Tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga aspek keselamatan bagi seluruh anggota keluarga.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan rumah, industri material bangunan mulai menghadirkan inovasi lantai dengan tingkat daya cengkeram lebih tinggi.
Salah satunya adalah teknologi keramik anti-slip dengan standar R12 yang dirancang untuk membantu mengurangi risiko terpeleset pada area basah. Teknologi tersebut dihadirkan Platinum Ceramics Industry melalui Platinum Super Stop yang memungkinkan permukaan lantai tetap nyaman diinjak sekaligus memiliki kemampuan mencengkeram lebih baik ketika terkena air.
Keramik anti-slip modern berbeda dengan produk konvensional yang biasanya memiliki permukaan kasar. Teknologi terbaru dirancang agar tetap nyaman digunakan, mudah dibersihkan, namun tetap memberikan daya cengkeram tinggi saat kondisi lantai basah.
Pencegahan kecelakaan akibat jatuh pada dasarnya dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan lantai, memastikan pencahayaan cukup, hingga memilih material rumah yang aman.
Dengan memperhatikan faktor risiko sejak awal, lingkungan rumah dapat menjadi tempat yang lebih nyaman sekaligus mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan yang berpotensi menimbulkan dampak serius. (udn)