- Tangkapan layar - Freepik
Benarkah Banyak Makan Ubi Bikin Perut Penuh Gas Seperti Kata Mahasiswa Undip? Begini Penjelasan Ahli Gizi
tvOnenews.com – Mahasiswa Undip baru asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Adriano Padama berani menyampaikan curahan hati langsung di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terkait tingginya harga beras di daerahnya.
Dalam aksi panggungnya yang emosional, Adriano menyoroti dampak lonjakan harga beras yang membuat anak-anak di Alor terpaksa mengonsumsi umbi-umbian sebagai makanan pokok alternatif.
"Yang saya khawatirkan banyak anak kecil terpaksa makan umbi-umbian yang saya tahu kalau mereka makan, perut mereka akan penuh gas," ungkap Adriano pilu.
- Instagram @undip.official
Penjelasan Pakar IPB: Kenapa Ubi Bikin Perut Penuh Gas?
Pernyataan Adriano tersebut ternyata dibenarkan secara ilmiah oleh pakar gizi. Dosen bidang gizi IPB University, Annisa Rizkiriani, SGz, MSi, mengonfirmasi bahwa konsumsi ubi memang dapat meningkatkan produksi gas di dalam saluran pencernaan (flatulensi).
Annisa menjelaskan, kondisi ini disebabkan oleh kandungan karbohidrat kompleks serta serat larut dalam ubi, terutama jenis oligosakarida seperti raffinose dan stakiosa.
"Oligosakarida ini tidak dapat dicerna oleh enzim di saluran cerna bagian atas, sehingga difermentasi oleh bakteri usus besar. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan gas seperti hidrogen, metana, dan karbon dioksida," jelas Annisa dilansir dari laman resmi IPB, Senin (10/8/2026).
Di Balik Efek Gas, Ubi Jalar Kaya Nutrisi Tinggi
Meski memicu efek samping berupa kembung jika dikonsumsi berlebihan, ubi jalar (Ipomoea batatas) pada dasarnya menyimpan segudang nutrisi penting bagi tubuh, di antaranya:
- Karbohidrat Kompleks & Serat Pangan (sekitar 3 gram/100 gram)
- Vitamin A (Beta-karoten) & Vitamin C
- Kalium & Vitamin B6
- Antioksidan Natural (Flavonoid dan Fenolik)
"Ubi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan seperti menjaga kesehatan pencernaan karena kandungan seratnya serta meningkatkan imunitas tubuh," tambah Ketua Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Sekolah Vokasi IPB tersebut.
Panduan Konsumsi Ubi
Guna mengoptimalkan manfaatnya, Annisa merincikan kelompok mana saja yang disarankan maupun yang perlu membatasi konsumsi ubi:
Sangat Direkomendasikan pada penderita sembelit (konstipasi), penderita hipertensi (kandungan kalium membantu menurunkan tekanan darah), penderita diabetes tipe 2 (dengan memilih ubi berindeks glikemik rendah dalam porsi terkontrol), dan orang dengan imunitas rendah dan berisiko penyakit kronis.