news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Cara Mengenali Bakat dan Potensi Anak Sejak Dini Menurut Dokter Spesialis Anak, Ini Cara Orang Tua Mengenali Bakatnya.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Cara Mengenali Bakat dan Potensi Anak Sejak Dini Menurut Dokter Spesialis Anak, Ini Cara Orang Tua Mengenali Bakatnya

Anak tidak harus unggul di semua pelajaran. Dokter spesialis anak menjelaskan cara orang tua mengenali potensi anak, didukung temuan riset dari sejumlah negara
Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:13 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Nilai rapor sering menjadi ukuran paling mudah untuk melihat apakah seorang anak dianggap pintar. Ketika nilai matematika tinggi, anak disebut berprestasi. Sebaliknya, ketika nilainya biasa saja, orang tua terkadang mulai khawatir. Padahal, kemampuan anak tidak selalu muncul dalam bentuk angka di lembar ujian.

Seorang anak mungkin kesulitan menghafal rumus, tetapi mampu menggambar dengan detail, memainkan alat musik, memecahkan masalah secara kreatif, berkomunikasi dengan baik, atau menunjukkan kemampuan olahraga yang menonjol. Potensi seperti ini bisa saja tidak terlihat jika keberhasilan anak hanya diukur dari prestasi akademik. 

Pandangan tersebut sejalan dengan perkembangan riset pendidikan di sejumlah negara. OECD pada 2026 menekankan bahwa kemampuan dasar untuk belajar tidak hanya mencakup literasi, numerasi, dan keterampilan motorik, tetapi juga fungsi eksekutif, pengaturan diri, metakognisi, serta keterampilan sosial dan emosional. Kemampuan tersebut ikut menentukan bagaimana anak belajar, mengelola emosi, dan berinteraksi dengan lingkungan.

Bakat Anak Bisa Muncul dari Hal yang Sering Dianggap Sepele

Dalam praktiknya, menemukan potensi anak tidak selalu membutuhkan tes yang rumit. Orang tua dapat memulainya dengan memperhatikan aktivitas yang membuat anak antusias dan rela menghabiskan waktu untuk belajar atau berlatih.

Misalnya, anak yang berulang kali menggambar tanpa diminta mungkin memiliki ketertarikan kuat pada seni. Anak yang senang membongkar dan merakit mainan bisa menunjukkan rasa ingin tahu terhadap mekanisme dan teknologi. 

Sementara anak yang selalu ingin bercerita, tampil, atau bermain peran mungkin memiliki kemampuan komunikasi dan ekspresi yang berkembang.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kegiatan di luar pelajaran utama dapat memberikan manfaat. Studi longitudinal terhadap 488 siswa di Jepang menemukan adanya hubungan positif antara keterlibatan dalam kegiatan musik dan seni visual dengan peningkatan performa akademik selama periode dua tahun.

Di Amerika Serikat, penelitian terhadap lebih dari 11.000 siswa juga menemukan bahwa keluasan dan intensitas keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler pada masa sekolah menengah berkaitan dengan pencapaian pendidikan pada tahun-tahun berikutnya.

Namun, temuan tersebut bukan berarti setiap anak harus mengikuti sebanyak mungkin kegiatan. Penelitian lain di AS justru menunjukkan pentingnya melihat kualitas dan pola keterlibatan anak, bukan sekadar menambah aktivitas. Karena itu, kegiatan sebaiknya disesuaikan dengan minat, kemampuan, waktu istirahat, serta kebutuhan masing-masing anak.

Berita Terkait

1
2 3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral