news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral video CCTV anak diperlakukan kasar oleh orang tuanya.
Sumber :
  • Thread/thereportermy

Viral Video CCTV Anak Diperlakukan Kasar oleh Orang Tua di Dalam Lift, Ini 5 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak

Viral video CCTV anak diperlakukan kasar oleh orang tua di dalam lift, ini 5 dampak buruk sering memarahi anak.
Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:43 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Video CCTV yang memperlihatkan seorang anak diperlakukan kasar oleh orang tua di Malaysia menjadi sorotan di media sosial. 

Peristiwa tersebut memunculkan perhatian terhadap pola pengasuhan anak, termasuk dampak kemarahan orang tua terhadap perkembangan emosional dan kesehatan mental si kecil.

Dalam mendidik anak, orang tua terkadang merasa kesal ketika nasihat yang diberikan tidak kunjung didengarkan. 

Namun, kebiasaan memarahi anak secara berlebihan, terlebih jika disertai kata-kata kasar atau tindakan fisik, dapat meninggalkan dampak yang tidak bisa dianggap sepele.

Dokter Robby, dalam penjelasannya melalui kanal YouTube Alodokter, mengingatkan bahwa kemarahan yang terus-menerus dapat memengaruhi kepercayaan diri, perilaku, hingga hubungan emosional anak dengan orang tuanya.

Menurutnya, marah merupakan respons yang wajar dan bisa menjadi bagian dari proses mendidik. 

Akan tetapi, orang tua perlu memahami batasannya agar niat mendisiplinkan anak tidak justru menimbulkan luka emosional yang terbawa hingga dewasa.

Video Orang Tua Kasar ke Dua Anak Balitanya di Lift saat Berada di Malaysia
Sumber :
  • Thereportermy

Berikut lima dampak buruk yang perlu diketahui orang tua jika terlalu sering memarahi anak.

1. Anak Menjadi Minder dan Kehilangan Kepercayaan Diri

Anak yang terus-menerus dimarahi dengan nada tinggi atau menerima perkataan menyakitkan bisa merasa dirinya selalu salah dan tidak dihargai.

Jika kondisi tersebut berlangsung berulang kali, anak berisiko mengembangkan rasa rendah diri dan meragukan kemampuannya sendiri. 

Ia juga bisa menjadi takut mencoba hal baru karena khawatir melakukan kesalahan atau mendapat respons negatif dari orang lain.

Dampaknya dapat meluas ke kehidupan sosial dan pendidikan. Anak mungkin mengalami kesulitan bergaul, enggan menyampaikan pendapat, atau merasa takut ketika harus menghadapi tantangan di sekolah.

Karena itu, orang tua perlu memberikan arahan dengan cara yang membantu anak memahami kesalahannya tanpa merendahkan dirinya.

2. Anak Berisiko Tumbuh Menjadi Pribadi Pemarah

Perilaku orang tua menjadi salah satu contoh yang diamati dan dipelajari anak dalam kehidupan sehari-hari. 

Ketika kemarahan sering ditunjukkan melalui bentakan atau tindakan agresif, anak dapat meniru cara tersebut saat menghadapi masalah.

Akibatnya, anak berisiko lebih mudah marah, menunjukkan perilaku agresif, atau melampiaskan emosinya kepada orang lain, termasuk teman sebaya.

Dalam situasi tertentu, perilaku tersebut juga dapat muncul dalam bentuk perundungan atau bullying.

Oleh sebab itu, orang tua perlu memberikan contoh bagaimana mengelola emosi dengan sehat. Anak tidak hanya membutuhkan nasihat tentang perilaku yang baik, tetapi juga teladan nyata dalam menghadapi rasa kecewa dan marah.

3. Anak Takut Berkata Jujur kepada Orang Tua

Anak yang terbiasa dimarahi setiap kali melakukan kesalahan bisa merasa takut untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya.

Alih-alih meminta bantuan, ia mungkin memilih diam, menyembunyikan masalah, atau bahkan berbohong karena khawatir mendapat hukuman dan kemarahan.

Kondisi ini dapat membuat komunikasi antara orang tua dan anak semakin renggang. Orang tua pun berisiko tidak mengetahui kesulitan yang sedang dihadapi anak, baik di rumah maupun di lingkungan pergaulannya.

Padahal, keterbukaan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan keluarga yang sehat. 

Anak perlu merasa aman untuk mengakui kesalahan dan menceritakan masalah tanpa takut langsung dihakimi.

Orang tua dapat membangun rasa aman tersebut dengan mendengarkan cerita anak terlebih dahulu, kemudian menjelaskan kesalahannya secara tenang dan memberikan arahan yang sesuai.

4. Hubungan Emosional Anak dan Orang Tua Merenggang

Terlalu sering dimarahi juga dapat memengaruhi kedekatan emosional antara anak dan orang tua.

Anak mungkin merasa tidak nyaman ketika berada di dekat orang tuanya, merasa kurang dihargai, atau kesulitan mengungkapkan perasaan. 

Jika berlangsung terus-menerus, situasi ini dapat mengurangi rasa aman dan kepercayaan anak terhadap orang yang seharusnya menjadi tempatnya mencari perlindungan.

Dampaknya bukan hanya dirasakan ketika anak masih kecil. Pengalaman hubungan yang kurang aman dapat memengaruhi cara anak membangun kepercayaan dan menjalin hubungan dengan orang lain ketika tumbuh dewasa.

Karena itu, kedekatan emosional perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, perhatian, dan kasih sayang. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua tetap dapat bersikap tegas tanpa membuatnya merasa ditolak atau tidak dicintai.

5. Perkembangan Emosi dan Kesehatan Mental Anak Bisa Terganggu

Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah kemungkinan munculnya masalah emosional dan kesehatan mental dalam jangka panjang.

Dokter Robby menjelaskan bahwa anak yang terlalu sering mengalami kemarahan dari orang tua berisiko lebih tinggi menghadapi stres dan kecemasan. 

Tekanan emosional yang berulang juga dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengelola perasaan, menghadapi masalah, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Dalam kondisi tertentu, pengalaman pengasuhan yang penuh tekanan dapat menjadi salah satu faktor risiko masalah kesehatan mental, termasuk depresi. 

Meski demikian, dampak pada setiap anak bisa berbeda-beda, bergantung pada berbagai faktor dan kondisi yang dialaminya.

Orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku anak, terutama jika ia menjadi lebih pendiam, mudah takut, menarik diri dari lingkungan sosial, atau menunjukkan perubahan emosi yang menetap.

Jika kesulitan mengendalikan emosi saat mengasuh anak, orang tua dapat mencari bantuan tenaga profesional, seperti psikolog, untuk mendapatkan panduan pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. (gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral