- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Resmi Buka Pabrik Senilai Rp11,7 Triliun di Subang, BYD Targetkan Serap 20 Ribu Pekerja Indonesia
Kehadiran pabrik di Subang sekaligus memperlihatkan keseriusan BYD dalam menggarap industri kendaraan listrik di Indonesia.
Perusahaan memastikan proses manufaktur di fasilitas tersebut dilakukan secara langsung di dalam negeri.
Proses produksi yang dilakukan pun mencakup sejumlah tahapan penting dalam pembuatan kendaraan. Mulai dari pengecatan, pengelasan, hingga proses akhir kendaraan bakal dikerjakan di Indonesia.
"Seluruh proses produksi dilakukan di Indonesia. Untuk proses produksinya mencakup pengecatan, pengelasan, dan proses akhir. Ini sebuah pencapaian yang baru," tegas Liu Xueliang.
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Beroperasinya fasilitas tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Pada tahap awal operasional, BYD tercatat telah mempekerjakan lebih dari 5.000 tenaga kerja lokal.
Jumlah tersebut berpotensi terus bertambah seiring peningkatan aktivitas produksi di pabrik Subang. BYD pun memberikan perhatian terhadap kemampuan para pekerja Indonesia dalam menguasai proses manufaktur kendaraan listrik.
Liu Xueliang secara khusus memberikan pujian terhadap etos kerja para pekerja asal Indonesia. Menurutnya, para tenaga kerja lokal menunjukkan sikap rajin dan tekun selama menjalankan pekerjaan.
"Tenaga kerja di Indonesia 5 ribu orang lebih, staf Indonesia sangat rajin dan tekun dalam melakukan pekerjaan," puji Liu.
BYD bahkan telah memiliki target lebih besar terkait penyerapan tenaga kerja untuk beberapa waktu ke depan.
Jumlah pekerja diproyeksikan meningkat ketika fasilitas produksi di Subang telah mencapai kapasitas maksimal.
Perusahaan menargetkan hingga 20 ribu tenaga kerja asal Indonesia dapat bergabung ketika operasional pabrik telah berjalan secara penuh.
Dengan demikian, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya mendorong produksi kendaraan listrik tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.
"Pabrik ini ketika sudah mencapai kapasitas produksi maksimal. Target kami 20 ribu pekerja Indonesia yang bisa bergabung," ucapnya.
Pabrik Subang kini menjadi bagian dari upaya BYD memperkuat bisnis kendaraan listriknya di pasar Indonesia.
Dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun serta proses manufaktur yang dilakukan di dalam negeri, fasilitas tersebut juga diharapkan ikut mendorong perkembangan ekosistem industri kendaraan listrik nasional.
(igp)