- Pixabay/malou_3800
China Bakal Batasi Fitur Canggih Mobil Listrik, Kursi Zero-G hingga Layar Lipat Terancam Dilarang
Jakarta, tvOnenews.com - China berencana memperketat aturan desain kendaraan dengan membatasi sejumlah fitur modern pada mobil listrik. Rencana kebijakan tersebut guna meningkatkan keselamatan kendaraan sekaligus memastikan produsen melakukan pengujian memadai sebelum mobil dipasarkan.
Rencana kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) bersama tiga lembaga pemerintah lainnya pada 10 Oktober lalu. Pemerintah membuka konsultasi publik hingga 10 November 2026 sebelum keputusan final.
MIIT sendiri akhirnya turun tangan karena beberapa tahun terakhir, industri otomotif China secara agresif menghadirkan teknologi baru, khususnya pada kendaraan listrik. Pemerintah China pun mengimbau bahwa keselamatan tetap menjadi yang utama.
Alhasil MIIT membuat rencana mereka akan membatasi sejumlah fitur canggih khususnya pada mobil listri, berikut ulasannya sebagaimana dilansir dari Car News China.
Kursi Zero-Gravity Tak Boleh Digunakan Saat Mobil Berjalan
Kursi Zero-Gravity dirancang untuk memberikan posisi duduk lebih rileks di dalam mobil, melalui pengaturan sudut sandaran dan posisi kaki. Namun nantinya rancangan aturan terbaru juga menyoroti kursi yang dapat berputar serta kursi yang bisa direbahkan hingga menyerupai tempat tidur.
Produsen nantinya diusulkan wajib menerapkan pembatasan teknis agar fungsi tersebut tidak dapat digunakan ketika mobil sedang melaju. Kemudian sistem kursi inovatif harus melewati pengujian lebih ketat untuk memastikan keandalannya, termasuk dalam kondisi tabrakan dan risiko terjepit.
Meski demikian, rancangan tersebut tak berarti semua kursi dengan pengaturan elektrik akan dilarang, namun soal desain serta fungsi tertentu yang dinilai membutuhkan pengamanan tambahan.
Layar Lipat dan Layar Fleksibel Terancam Dilarang
Teknologi layar juga masuk dalam daftar fitur yang diatur lebih ketat, termasuk layar infotainment berukuran besar, sistem head-up display (HUD) yang kompleks, serta layar lipat dan fleksibel.
Pemerintah China dikabarkan ingin produsen menilai apakah tampilan informasi di kabin berpotensi mengalihkan perhatian pengemudi atau menimbulkan risiko ketika terjadi kecelakaan.
Sehingga penggunaan layar lipat dan fleksibel di kendaraan diusulkan untuk dilarang. Sementara itu, layar besar dan HUD kompleks harus melalui evaluasi terkait dampaknya terhadap keselamatan berkendara, keandalan dalam kondisi ekstrem, serta risiko saat tabrakan.