news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Logo Chery.
Sumber :
  • REUTERS/Benoit Tessier

‎Chery Pamer Teknologi Cas Mobil Listrik Super Cepat, Cuma 5 Menit Bisa Tempuh 500 Km

Produsen otomotif asal China, Chery, membuat gebrakan baru dalam persaingan teknologi kendaraan listrik dengan memperkenalkan sistem pengisian daya super cepat bernama Volt-dragon.
Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:17 WIB
Editor :

‎Jakarta, tvOnenews.com - Produsen otomotif asal China, Chery, membuat gebrakan baru dalam persaingan teknologi kendaraan listrik dengan memperkenalkan sistem pengisian daya super cepat bernama Volt-dragon. Teknologi tersebut diklaim mampu menambah jarak tempuh mobil listrik hingga 500 kilometer hanya dalam waktu lima menit.

‎Kehadiran Volt-dragon membuat persaingan teknologi pengisian daya kendaraan listrik di China semakin sengit. Pasalnya, Chery kini ikut menantang sejumlah perusahaan besar seperti BYD, Geely, hingga Huawei yang sebelumnya sudah mengembangkan teknologi serupa.

‎Dilansir dari CarNewsChina, Minggu (25/10/2026), Chery memperkenalkan Volt-dragon dalam acara Global Innovation Conference yang diselenggarakan perusahaan. Sistem pengisian daya tersebut memiliki kemampuan daya puncak mencapai 1,44 megawatt (MW) atau setara 1.440 kilowatt (kW).

‎Angka tersebut membuat Volt-dragon menjadi salah satu teknologi pengisian daya berkapasitas tinggi yang diperkenalkan produsen otomotif China. Chery bahkan mengklaim sistem tersebut mampu mengisi baterai mobil listrik dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu 6 menit 50 detik.

‎Meski demikian, klaim tersebut masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut karena Chery belum mengungkapkan model kendaraan yang digunakan dalam pengujian. Perusahaan juga belum menjelaskan secara terperinci kondisi pengujian maupun kapasitas baterai yang mampu mencapai kecepatan pengisian tersebut.

‎Kendaraan yang kompatibel dengan teknologi Volt-dragon diperkirakan membutuhkan arsitektur kelistrikan bertegangan tinggi, seperti platform 800 volt atau lebih dari 1.000 volt. Artinya, kemampuan pengisian super cepat tersebut belum tentu bisa dinikmati oleh seluruh mobil listrik yang saat ini beredar di pasaran.

‎Dalam persaingan teknologi pengisian daya di China, Volt-dragon harus berhadapan dengan sejumlah sistem yang menawarkan kemampuan tidak kalah mengesankan. Salah satunya adalah baterai Shenxing generasi ketiga dari CATL yang diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 98 persen dalam waktu 6 menit 27 detik.

‎Sementara itu, teknologi Blade Battery 2.0 milik BYD membutuhkan waktu sekitar sembilan menit untuk mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen. Geely Energee Golden Brick diklaim membutuhkan 8 menit 42 detik, sedangkan Hongqi Ultra Fast Charging mencatatkan waktu sekitar 8 menit 3 detik.

‎Namun, perbandingan kecepatan pengisian tersebut tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk menentukan teknologi mana yang paling unggul. Pasalnya, setiap sistem memiliki karakteristik berbeda, mulai dari kapasitas baterai, jenis kendaraan, hingga kondisi pengujian yang digunakan.

‎Dari sisi teknologi, Volt-dragon mengandalkan elektronika daya berbasis silikon karbida generasi terbaru untuk mendukung pengisian berdaya tinggi. Chery mengklaim efisiensi sistem dari jaringan listrik hingga konektor pengisian mencapai 96,5 persen.

‎Sistem tersebut juga dilengkapi teknologi pendinginan cair dengan metode perendaman untuk membantu menjaga suhu komponen selama proses pengisian berlangsung. Menariknya, kombinasi kabel dan konektor Volt-dragon dirancang memiliki bobot sekitar dua kilogram dengan tingkat kebisingan operasional tidak lebih dari 50 desibel.

‎Selain memperkenalkan Volt-dragon, Chery turut mengumumkan pengembangan model bahasa besar atau large language model (LLM) bernama CheryMind. Teknologi kecerdasan buatan tersebut disiapkan untuk mendukung pengembangan taksi robot, sistem bantuan mengemudi otonom level 4, hingga jaringan pengisian daya kendaraan listrik.

‎Chery juga memiliki ambisi besar untuk memperluas jaringan pengisian daya Volt-dragon dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan berencana menghadirkan 100 stasiun pengisian di 10 kota di China sebelum mengumumkan tahap ekspansi berikutnya pada akhir 2026.

‎Dalam jangka panjang, Chery menargetkan pembangunan lebih dari 20.000 stasiun pengisian daya berteknologi vehicle-to-grid (V2G) di berbagai negara hingga 2029. Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan listrik tidak hanya menerima energi dari jaringan listrik, tetapi juga menyalurkan kembali energi yang tersimpan di baterai ke jaringan.

‎Target ambisius tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Chery karena BYD sebelumnya telah membangun 10.000 stasiun Flash Charging hingga akhir Agustus 2026 dan menargetkan 20.000 stasiun sebelum akhir tahun.

‎(igp/rda) 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral