- REUTERS/Benoit Tessier
BYD Atto 2 Segera Hadir di Indonesia, Bawa Teknologi Baterai Baru yang Bikin Penasaran
Jakarta, tvOnenews.com – BYD Atto 2 dikabarkan bakal hadir di Indonesia dengan spesifikasi berbeda dari sejumlah pasar lain. Salah satu teknologi yang disorot adalah Blade Battery generasi kedua.
Kehadiran baterai tersebut menarik perhatian karena berpotensi membawa perubahan pada kemampuan pengisian daya dan efisiensi kendaraan listrik. Namun, spesifikasi resmi Atto 2 untuk Indonesia masih perlu ditunggu.
Sebagai pembanding, BYD telah memperkenalkan Atto 2 di sejumlah negara dengan pilihan baterai dan performa berbeda. Data resmi BYD menunjukkan kapasitas baterai dan jarak tempuhnya bergantung pada varian serta standar pengujian.
Pada versi Eropa, Atto 2 tersedia dengan baterai Blade berbasis LFP. Varian Comfort memiliki kapasitas 64,8 kWh dan jarak tempuh hingga 430 kilometer berdasarkan pengujian WLTP.
Sementara itu, varian Active dan Boost menggunakan baterai berkapasitas 45,12 kWh. Versi tersebut diklaim mampu menempuh hingga 312 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Di Malaysia, Atto 2 juga dipasarkan dengan baterai berkapasitas sekitar 51,1 kWh. Jarak tempuh yang diklaim mencapai sekitar 410 kilometer, bergantung pada standar pengujian yang digunakan.
Perbedaan spesifikasi di berbagai negara membuat versi Indonesia menarik untuk dinantikan. Terlebih, kabar mengenai penggunaan Blade Battery generasi kedua memunculkan pertanyaan tentang teknologi yang akan dibawa.
Di China, model yang dikenal sebagai BYD Yuan Up memiliki versi terbaru bernama Yuan Up Feichi Edition. Mobil tersebut dipasarkan sebagai model tahun 2027 dengan beberapa pilihan kapasitas baterai.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari CarNewsChina, harga awal Yuan Up Feichi Edition mencapai 74.800 yuan. Nilai tersebut setara sekitar Rp203,78 juta berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan sumber.
Varian termurahnya menggunakan baterai 32 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 kilometer. Sementara itu, pilihan baterai 45,12 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 401 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Versi dengan baterai terbesar menawarkan jarak tempuh hingga 501 kilometer. Angka tersebut mengacu pada metode pengujian CLTC yang digunakan di China, sehingga tidak bisa langsung dibandingkan dengan standar WLTP.
Meski jarak tempuhnya berbeda, ketiga varian Yuan Up Feichi Edition disebut menggunakan motor listrik bertenaga 70 kW. Tenaganya setara sekitar 94 daya kuda, dengan torsi maksimum mencapai 180 Nm.
Spesifikasi motor tersebut berbeda dari sejumlah versi Atto 2 yang dipasarkan di luar China. Sebagai contoh, BYD mencatat varian Eropa tertentu memiliki tenaga hingga 150 kW dan torsi 310 Nm.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa nama model yang serupa tidak selalu menjamin spesifikasi teknis yang sama. Pabrikan dapat menyesuaikan kapasitas baterai, tenaga motor, dan fitur sesuai kebutuhan masing-masing pasar.
Sorotan lainnya tertuju pada Blade Battery generasi kedua yang diperkenalkan BYD pada Maret 2026. Menurut perusahaan, teknologi tersebut meningkatkan kepadatan energi sebesar lima persen dibandingkan generasi pertama sekaligus mendukung pengisian daya lebih cepat.
BYD juga mengumumkan teknologi pengisian FLASH yang dirancang untuk bekerja bersama baterai generasi terbaru. Meski demikian, belum ada kepastian bahwa seluruh teknologi tersebut akan diterapkan pada Atto 2 versi Indonesia.
Jika teknologi baterai baru benar-benar digunakan, kemampuan pengisian daya dan efisiensi menjadi aspek yang menarik untuk diperhatikan. Namun, kapasitas baterai dan jarak tempuh mobil Indonesia belum dapat dipastikan sebelum pengumuman resmi.
(sub)