- Chery Indonesia
Bos Chery Peringatkan Mobil Amerika Bisa Kalah Saing, Ini Alasannya
Jakarta, tvOnenews.com - Industri otomotif Amerika Serikat (AS) saat ini menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi kendaraan global, terutama dari produsen China. Bahkan mereka memperingatkan bahwa ada potensi mobil AS mengalami ketertinggalan karena minimnya persaingan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Chery International, Zhang Guibing, yang memperingatkan bahwa mobil-mobil di Amerika berpotensi tertinggal dari negara lain jika persaingan di pasar domestik tidak semakin terbuka.
Zhang menilai persaingan yang terbatas dapat memperlambat perkembangan teknologi sekaligus membuat konsumen harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan kendaraan baru.
Ia turut membandingkan perubahan industri otomotif di Australia dan Eropa dengan kondisi pasar Amerika yang masih membatasi kehadiran sejumlah merek China.
"Lima tahun lagi, 10 tahun lagi, jika tidak ada persaingan yang baik di dalam negeri, saya pikir mungkin semua mobil di luar Amerika akan benar-benar berbeda, sementara AS masih menggunakan mobil yang sangat tua. Saya tidak tahu bagaimana situasinya nanti," kata Zhang, dikutip dari CarExpert.
Zhang juga menyinggung harga mobil baru di Amerika yang disebut telah mencapai sekitar 60.000 dolar AS atau setara Rp1 miliar (kurs Rp16.700 per dolar AS).
"Kemarin, beberapa jurnalis mengatakan, 'Oh, sekarang harga mobil di AS biasanya sekitar 60.000 dolar AS.' Harga mobil sangat tinggi. Saya mengatakan itu karena tidak ada persaingan, sehingga konsumen harus membayar lebih banyak," tambahnya.
Peringatan tersebut muncul bukan tanpa alasan, yakni saat produsen China semakin memperkuat posisinya di pasar internasional, termasuk Australia.
Kemudian pada September 2026, kendaraan yang diproduksi di China menyumbang sekitar 38,9 persen dari penjualan mobil baru di Australia, meskipun angka tersebut juga mencakup kendaraan dari merek non-China yang diproduksi di negara tersebut.
Pernyataan Zhang Guibing sejatinya juga pernah disampaikan CEO Ford, Jim Farley, yang menilai perkembangan industri otomotif China sebagai tantangan serius bagi produsen Amerika.
Jim Farley bahkan pernah mengendarai Xiaomi SU7 untuk memahami kemampuan pesaing, dengan alasan, "karena mereka adalah pesaing. Dan untuk mengalahkan mereka, Anda harus mengenal mereka."