news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Chery Omoda 5.
Sumber :
  • Chery Indonesia

Bos Chery Peringatkan Mobil Amerika Bisa Kalah Saing, Ini Alasannya

Industri otomotif Amerika Serikat (AS) saat ini menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi kendaraan global, terutama dari produsen China. Bahkan mereka memperingatkan bahwa ada potensi mobil AS mengalami ketertinggalan karena minimnya persaingan.
Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:00 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Industri otomotif Amerika Serikat (AS) saat ini menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan teknologi kendaraan global, terutama dari produsen China. Bahkan mereka memperingatkan bahwa ada potensi mobil AS mengalami ketertinggalan karena minimnya persaingan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Chery International, Zhang Guibing, yang memperingatkan bahwa mobil-mobil di Amerika berpotensi tertinggal dari negara lain jika persaingan di pasar domestik tidak semakin terbuka.

Zhang menilai persaingan yang terbatas dapat memperlambat perkembangan teknologi sekaligus membuat konsumen harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan kendaraan baru. 

Ia turut membandingkan perubahan industri otomotif di Australia dan Eropa dengan kondisi pasar Amerika yang masih membatasi kehadiran sejumlah merek China.

"Lima tahun lagi, 10 tahun lagi, jika tidak ada persaingan yang baik di dalam negeri, saya pikir mungkin semua mobil di luar Amerika akan benar-benar berbeda, sementara AS masih menggunakan mobil yang sangat tua. Saya tidak tahu bagaimana situasinya nanti," kata Zhang, dikutip dari CarExpert.

Zhang juga menyinggung harga mobil baru di Amerika yang disebut telah mencapai sekitar 60.000 dolar AS atau setara Rp1 miliar (kurs Rp16.700 per dolar AS). 

"Kemarin, beberapa jurnalis mengatakan, 'Oh, sekarang harga mobil di AS biasanya sekitar 60.000 dolar AS.' Harga mobil sangat tinggi. Saya mengatakan itu karena tidak ada persaingan, sehingga konsumen harus membayar lebih banyak," tambahnya.

Peringatan tersebut muncul bukan tanpa alasan, yakni saat produsen China semakin memperkuat posisinya di pasar internasional, termasuk Australia.

Kemudian pada September 2026, kendaraan yang diproduksi di China menyumbang sekitar 38,9 persen dari penjualan mobil baru di Australia, meskipun angka tersebut juga mencakup kendaraan dari merek non-China yang diproduksi di negara tersebut.

Pernyataan Zhang Guibing sejatinya juga pernah disampaikan CEO Ford, Jim Farley, yang menilai perkembangan industri otomotif China sebagai tantangan serius bagi produsen Amerika. 

Jim Farley bahkan pernah mengendarai Xiaomi SU7 untuk memahami kemampuan pesaing, dengan alasan, "karena mereka adalah pesaing. Dan untuk mengalahkan mereka, Anda harus mengenal mereka."

Meski demikian, mengutip informasi tambahan dari Car Buzz, mobil China masih menghadapi hambatan besar untuk memasuki pasar Amerika Serikat, mulai dari tarif impor hingga aturan teknologi kendaraan terhubung yang berkaitan dengan keamanan nasional. 

Aturan pemerintah AS membatasi penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak tertentu yang memiliki keterkaitan dengan China atau Rusia, dengan sejumlah ketentuan berlaku mulai model tahun 2027 dan 2030.

Chery sendiri belum mengumumkan jadwal pasti untuk menjual mobilnya di Amerika, namun mereka masih menunjukkan minat untuk menembus pasar itu. 

Berdasarkan informasi dari Reuters, Chery juga membuka peluang kerja sama dengan produsen otomotif Amerika sebagai salah satu cara menghadapi hambatan regulasi dan memperluas bisnisnya ke Amerika Utara.

(nad)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:02
14:03
08:06
08:08
08:29
08:13

Viral