- REUTERS/Willy Kurniawan
Hyundai Garap SUV Listrik Harga Terjangkau, India Jadi Pasar Pertama
Jakarta, tvOnenews.com - Hyundai Motor dikabarkan tengah menyiapkan SUV listrik baru dengan harga terjangkau untuk pasar India. Model ini diproyeksikan menjadi pilihan kendaraan listrik bagi konsumen di segmen massal.
Mengutip laporan Electrek, mobil tersebut memiliki kode pengembangan HE1i. Kendaraan yang akan diproduksi secara lokal itu diperkirakan menggunakan nama IONIQ P.
Rencana kehadiran mobil listrik tersebut turut disampaikan Hyundai dalam laporan keuangan kuartal ketiga. Perusahaan asal Korea Selatan itu ingin memperluas pilihan kendaraan listrik bagi konsumen di India.
Direktur Pelaksana sekaligus CEO Hyundai Motor India, Tarun Garg, mengungkapkan bahwa persiapan peluncuran model baru tersebut terus berjalan. Mobil listrik yang menyasar pasar massal itu ditargetkan meluncur pada kuartal keempat tahun fiskal 2027.
Kehadiran SUV listrik ini sebenarnya sudah terendus sejak awal 2026. Prototipe dengan kode HE1i sempat terlihat melintas di sekitar pabrik Hyundai di Sriperumbudur, Chennai, India.
Meski belum mengungkapkan seluruh detailnya, model tersebut diperkirakan menjadi bagian dari keluarga IONIQ. Nama IONIQ selama ini digunakan Hyundai untuk jajaran kendaraan listriknya.
SUV anyar tersebut kabarnya akan menempati posisi di bawah Creta Electric. Dengan dimensi lebih ringkas dan harga lebih terjangkau, mobil ini diharapkan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Hyundai untuk memperkuat bisnis kendaraan listrik. India dipandang sebagai salah satu pasar penting dalam upaya meningkatkan penjualan mobil ramah lingkungan.
Pada Agustus 2026, Hyundai mengumumkan rencana besar melalui agenda CEO Investor Day. Perusahaan menargetkan peluncuran 100 model baru maupun kendaraan yang mendapatkan pembaruan hingga 2030.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 model disiapkan untuk Amerika Utara. Sementara itu, Korea Selatan mendapat alokasi 49 model, Eropa 41 model, dan India 26 model.
Hyundai juga telah memberikan gambaran mengenai sejumlah kendaraan yang sedang dikembangkan. Di antaranya SUV listrik segmen A untuk India, SUV segmen B untuk pasar global, serta SUV segmen B khusus Eropa.
Rencana tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan IONIQ 3 dan Tucson terbaru. Hyundai tampaknya ingin memperluas pilihan produknya untuk menjangkau berbagai segmen dan kebutuhan konsumen.
Untuk mendukung ambisi tersebut, Hyundai menyiapkan investasi sebesar 15,5 miliar dolar AS di India hingga 2032. Dana itu akan digunakan untuk memperkuat kapasitas produksi sekaligus membangun rantai pasok lokal.
Perusahaan menargetkan kapasitas produksi pabriknya di India mencapai 1,1 juta unit kendaraan pada 2030. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan mampu menopang strategi Hyundai dalam menghadapi persaingan pasar otomotif setempat.
Menariknya, SUV listrik berkode HE1i akan menjadi mobil listrik pertama Hyundai yang diproduksi secara lokal di India. Langkah ini berpotensi membantu perusahaan menekan biaya produksi sekaligus menawarkan harga yang lebih kompetitif.
Strategi tersebut dijalankan ketika penjualan global Hyundai tengah mengalami tekanan. Pada kuartal ketiga 2026, penjualan perusahaan tercatat sebanyak 931.211 unit atau turun 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, kondisi di India justru menunjukkan perkembangan berbeda. Penjualan Hyundai di negara tersebut tumbuh 9,5 persen menjadi sekitar 150.000 unit kendaraan sepanjang kuartal ketiga 2026.
Pertumbuhan itu menjadikan India sebagai salah satu pasar dengan perkembangan penjualan yang positif bagi Hyundai. Kehadiran SUV listrik terjangkau nantinya diharapkan semakin memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan kendaraan listrik.
Meski demikian, Hyundai belum mengumumkan secara resmi nama final, harga, maupun spesifikasi lengkap SUV tersebut. Detail lebih lanjut kemungkinan akan terungkap menjelang jadwal peluncurannya pada tahun fiskal 2027.
(sub)