Berusaha Saingi Produksi Pabrik Mobil China, Sejumlah Produsen Mobil Jepang Pilih Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
- ANTARA/Gilang Galiartha
tvOnenews.com - Sejumlah produsen mobil Jepang mulai mengubah strategi pengembangan kendaraan mereka untuk mengejar kecepatan pabrikan China dalam menghadirkan model baru.
Mengutip dari laman Kyodo, Toyota, Honda, Nissan, dan sejumlah merek Jepang selama ini membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima tahun untuk mengembangkan satu mobil baru.
Durasi tersebut jauh lebih panjang dibandingkan produsen China yang mampu menyelesaikan pengembangan kendaraan dalam waktu sekitar dua tahun.
- ANTARA/Gilang Galiartha
Nissan menjadi salah satu perusahaan yang melakukan perubahan besar. Pabrikan ini menerapkan strategi berbasis keluarga model dengan menggunakan platform bersama untuk kendaraan berukuran serupa.
Melalui pendekatan tersebut, Nissan menargetkan pengembangan SUV baru untuk pasar Amerika Utara selesai dalam tiga tahun satu bulan. Model itu direncanakan meluncur pada 2028.
Platform yang sama kemudian akan digunakan untuk kendaraan turunannya. Strategi tersebut berpotensi memangkas waktu pengembangan hingga 40 persen, menjadi sekitar 2,5 tahun.
Nissan memperkirakan pendekatan baru ini mencakup 80 persen penjualan globalnya. Perusahaan juga menargetkan pengurangan variasi suku cadang hingga 70 persen.
"Ini adalah reformasi untuk menjadi perusahaan yang responsif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan mobil berkualitas secara tepat waktu," kata Wakil Manajer Umum di Divisi Perencanaan Produk Nissan, Hidemi Sasaki.
Honda turut menyiapkan strategi bernama Triple Half. Program ini menargetkan pemangkasan biaya pengembangan, durasi pengerjaan, serta beban kerja hingga separuhnya melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Inisiatif Honda tersebut akan diterapkan pada pengembangan model-model baru yang dimulai pada 2028.
Sementara itu, Toyota menjalankan strategi Area 35 untuk menyederhanakan variasi komponen kendaraan. Perusahaan ingin meningkatkan pemanfaatan ruang lantai pabrik sebesar 35 persen.
Suzuki juga berencana memperpendek pengembangan kendaraan menjadi sekitar dua tahun. Mitsubishi Motors menargetkan pengurangan durasi sebesar 20 persen, menjadi tiga tahun sekitar 2030.
Langkah sejumlah pabrikan Jepang ini menunjukkan persaingan industri otomotif semakin menuntut kecepatan, efisiensi, dan kemampuan mengikuti perubahan pasar.
(ant/akg)
Load more