news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kawasan Cagar Alam Leuweung Sancang, hutan keramat di ujung selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Adrasa ID

Ada di Ujung Garut, Leuweung Sancang Hutan Sakral dan Keramat Diwarnai Keindahan Bentangan Alam yang Memukau

Di tengah bentangan alam yang bikin takjub, Garut masih punya hutan konservasi penuh mitos, mistis, sakral, dan keramat, yakni Cagar Budaya Leuweung Sancang.
Kamis, 19 Februari 2026 - 21:30 WIB
Reporter:
Editor :

Hutan Sancang memiliki keindahan yang memukau. Ada tiga jenis ekosistem tersebar di seluruh area Cagar Alam Leuweung Sancang, antara lain hutan daratan rendah, hutan mangrove (bakau), serta hutan pantai.

Hutan tropis di Leuweung Sancang menyajikan pepohonan tinggi. Keunggulan lain dari kawasan cagar alam ini terletak pada sungai. Setiap aliran air jernih yang berderu dapat menenangkan hati.

Kawasan Sancang juga menjadi tempat fauna langka. Ada banyak owa jawa, rusa, hingga macan tutul menggantungkan hidupnya di Leuweung Sancang.

Hutan Sancang memiliki jenis flora unik. Rafflesia Padma, salah satu bunga langka asli Indonesia hingga pohon Kaboa tumbuh subur di dalam kawasan konservasi tersebut.

Saat menyusuri hutan, akan menemukan makom keramat Sancang bernama "Darussalam", anak pertama dari Nini Kilung. Makom itu sudah ada sejak tanggal 15 April 1435 H.

Setelah menembus hutan, pasti akan melihat pemandangan laut selatan. Pantai Sancang memiliki pasir putih yang langsung menghadap laut lepas.

Pantai Sancang menjadi tempat para nelayan menggantung kehidupan. Roda ekonomi berputar bagi warga yang tinggal di ujung hutan tersebut.

Di balik keindahan alamnya yang bikin takjub, perjalanan mistis selalu menyelimuti Leuweung Sancang terletak pada kisah Prabu Siliwangi. Konon katanya, hutan Sancang dipercaya sebagai tempat menghilangnya Prabu Siliwangi.

Juru kunci utama Sancang, Bapak Unang kebetulan sering mengantar para tamu yang ingin ziarah. Namun, ia sering ditanya terkait kisah mitos Sancang sebagai tempat Prabu Siliwangi hilang.

"Eyang Prabu hilangnya di sini terakhir. Itu katanya orang tua kalau beliau hilangnya di Sancang. Sementara, Sancang 2.00 hektare lebih," ujar Bapak Unang.

Beberapa alasan kuat mengenai Prabu Siliwangi menghilang di hutan Sancang, saat itu beliau dikejar oleh putranya, Prabu Kian Santang. Kala itu, ia diajak memeluk agama Islam.

Prabu Siliwangi sendiri dikenal berpegang teguh pada ajaran dan kepercayaan dari leluhurnya. Karena adanya ajakan tersebut, Prabu Siliwangi jelas menolak ajakan memeluk agama Islam.

Karena tidak ingin ada pertumpahan darah dan perbedaan keyakinan, Prabu Siliwangi pilih melarikan diri ke kawasan Sancang.

Berita Terkait

1
2
3 4 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:53
03:19
03:37
06:06
16:30
07:29

Viral