news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Ekowisata Tak Lagi Sekadar Menikmati Alam, Ini Konsep 7E yang Bisa Mengubah Cara Destinasi Dikembangkan.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Ekowisata Tak Lagi Sekadar Menikmati Alam, Ini Konsep 7E yang Bisa Mengubah Cara Destinasi Dikembangkan

Pengembangan destinasi ekowisata kini tak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Konsep 7E menggabungkan ekologi, budaya, ekonomi, edukasi hingga
Kamis, 3 September 2026 - 23:07 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Pergi ke alam kini bukan lagi sekadar mencari pemandangan indah, udara segar, atau tempat untuk mengunggah foto di media sosial. Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan tekanan akibat pariwisata massal, cara sebuah destinasi dikembangkan mulai mengalami perubahan. 

Wisatawan tidak hanya ingin datang, tetapi juga semakin tertarik pada pengalaman yang memiliki cerita, memberi pengetahuan, menghormati masyarakat lokal, dan tidak meninggalkan kerusakan setelah mereka pulang.

Perubahan tersebut membuat konsep ekowisata berkembang jauh melampaui aktivitas menikmati alam. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah 3E Ekowisata, yakni Ekologi, Etnologi, dan Ekonomi

Ketiganya melihat destinasi sebagai sebuah ekosistem: alam harus dijaga, budaya masyarakat perlu dihormati, sementara kegiatan wisata tetap harus menciptakan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.

Dalam perkembangannya, pendekatan tersebut dapat diperluas menjadi kerangka 7E: Ekologi, Etnologi, Ekonomi, Edukasi, Estetika, Etika, dan Entertainment. Kerangka ini menempatkan pengalaman wisata bukan sebagai tujuan tunggal, melainkan sebagai pertemuan antara konservasi, budaya, pembelajaran, ekonomi lokal, keindahan, perilaku bertanggung jawab, dan rekreasi. 

Prinsip tersebut sejalan dengan standar Global Sustainable Tourism Council (GSTC), yang menempatkan pengelolaan berkelanjutan, manfaat sosial-ekonomi, pelestarian budaya, serta perlindungan lingkungan sebagai empat fondasi utama destinasi wisata berkelanjutan.

Belajar dari Negara Maju: Alam, Budaya, dan Ekonomi Harus Berjalan Bersama

Sejumlah negara maju telah menunjukkan bahwa ekowisata tidak harus berseberangan dengan pertumbuhan ekonomi. Norwegia, misalnya, memiliki program Sustainable Destination yang menilai destinasi bukan hanya dari aspek lingkungan, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat lokal, pelestarian budaya, kualitas pekerjaan, serta penciptaan nilai ekonomi di daerah. 

Program tersebut menggunakan 45 kriteria dan 108 indikator, dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Pendekatan serupa terlihat di Jepang. Japan National Tourism Organization mendorong wisata yang menghubungkan wisatawan dengan alam, komunitas dan tradisi setempat.

Konsep satoyama, misalnya, menggambarkan bagaimana masyarakat mengelola hutan, lahan pertanian dan sumber air dengan pengetahuan tradisional. Praktik tersebut tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati, tetapi juga menopang kehidupan masyarakat.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:06
01:48
04:36
03:17
02:45
03:13

Viral