- YouTube/tvOne
Pengakuan Jujur Pegi Setiawan Berani Ungkap Kejanggalan Penangkapannya hingga Akui Dapat Ancaman ini Selama di Penjara
tvOnenews.com - Pegi Setiawan dinyatakan bebas dan penetapannya sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina tidak terbukti.
Usai bebas, Pegi Setiawan menerima sejumlah pertanyaan dari wartawan dan mengungkap kejanggalan saat dirinya ditangkap.
Pegi mengungkap pihak kepolisian tidak membawa surat penangkapan dari penyidik Polda Jawa Barat saat mengamankannya.
“Jadi perihal surat penangkapan itu tidak ada, tidak melihat mereka menunjukkan surat penangkapan, tidak ada sama sekali,” kata Pegi Setiawan.
Menurut pengakuan Pegi, saat itu dirinya tengah bekerja mengantarkan anak majikannya sekolah sebelum ditangkap Polda Jawa Barat.
Usai ditangkap, kata Pegi, dirinya dibawa ke polsek terdekat dan selanjutnya dibawa ke Polda Jawa Barat.
“Mereka langsung membawa saya ke Polsek, lalu ke Polda. Yang saya ingat 'akhirnya kamu bisa ketangkap setelah 8 tahun DPO',” ujar Pegi.
Pegi Setiawan sempat bertanya kepada pihak kepolisian perihal alasan penangkapan dirinya.
Pegi tegas mengatakan bahwa dirinya bukan DPO kasus pembunuhan Vina yang dimaksud oleh penyidik Polda Jawa Barat.
Hal ini lantaran ia tengah berada di Bandung saat peristiwa pembunuhan Vina dan Eky.
“Saya selalu mengatakan itu, tapi mereka tetap bersikukuh, bersiteguh mereka yakin bahwa saya pembunuh,” ungkapnya.
Disisi lain, Pegi Setiawan juga berani jujur bahwa selama penahanan mendapat perlakuan buruk dari penyidik kepolisian.
Pegi mengaku mendapat perlakuan kasar hingga pemukulan setelah ditangkap sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina Cirebon.
Menurut Pegi, sosok yang memukulnya saat itu adalah orang yang disegani lantaran disebut ‘Penguasa Gedung’.
Bermula saat Pegi menceritakan perlakuan kasar hingga ancaman oleh penyidik usai ditangkap.
"Ada (perlakuan kasar), semacam kata-kata kasar, banyak sekali ancaman-ancaman. Selain itu saya pernah dipukul di bagian mata sini (kanan)," ungkap Pegi Setiawan.
Menurut Pegi, sosok yang melakukan kekerasan bukan tahanan melainkan salah satu polisi yang tidak dijelaskan ciri-cirinya.
Tak hanya dipukul, Pegi mengatakan kepalanya sempat dimasukan ke kantong plastik kresek oleh penyidik.
Kejadian itu sempat membuatnya sulit bernapas, beruntung hal itu tak terjadi terus menerus.