- Kolase YouTube
Sudah Tak Tahan Lagi, Denny Sumargo Akhirnya Mundur dari Kisruh Uang Donasi Agus dan Akui Bahwa Dia Sebenarnya Itu...
tvOnenews.com - Polemik uang donasi Agus Salim kian hari kian memanas. Denny Sumargo yang awalnya terlibat, baru-baru ini menyatakan bahwa dirinya mundur dan tak ingin terlibat lagi.
Agus Salim, mantan karyawan swasta yang menjadi korban penyiraman air keras oleh rekan kerjanya sempat menyita simpati publik.
Melalui uang donasi yang dikumpulkan di Yayasan Peduli Kemanusiaan milik Pratiwi Noviyanthi, Denny Sumargo jadi salah satu pihak yang terlibat dalam membantu pengobatan Agus.
Namun, simpati yang diberikan publik seketika berubah jadi bully-an pasca mencuat dugaan penyalahgunaan uang donasi oleh Agus yang malah dipakai untuk kepentingan lain diluar pengobatan.
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube: CURHAT BANG Denny Sumargo
Pihak Agus yang merasa dirinya tidak mendapat pengarahan sejak awal soal penggunaan uang donasi akhirnya melayangkan laporan terhadap pihak Novi atas dugaan pencemaran nama baik.
Kisruh ini menjadi kian memanas, dan mau tak mau juga turut menyeret nama Denny Sumargo yang dari awal viralnya kasus penyiraman air keras Agus ini karena podcast yang tayang di kanal YouTube-nya.
Berkaitan dengan polemik ini, Denny Sumargo mengaku bahwa dia sebenarnya merasa iba dengan kondisi Agus Salim pada awalnya. Namun, lama-kelamaan ia merasa pusing karena perseteruan ini kian memanjang.
Pria yang akrab disebut Densu ini tidak pernah menyangka jika perseteruan Agus dengan Novi bisa sampai viral di media sosial.
"Gua juga bingung, ngapain ya Allah. Bukan itu sebenarnya yang gue cari (viral). Gue mencari penyelesaian masalah aja. Cuma akhirnya enggak selesai-selesai, pusing pala gue cuy," ungkapnya melalui podcast Goyang Lidah.
Ia mengaku dibuat kebingungan dengan pihak-pihak yang menyebut bahwa uang donasi itu adalah hak Agus, lalu pihak lain menyebut itu hak yayasan, dan ada juga yang bilang itu hak para donatur.
"Jadi kalau misalnya ada yang bilang ini hak Agus, ada yang bilang ini harusnya yayasan, ada yang bilang hak donatur, jadi sebenarnya bingungkan?" ucap Denny Sumargo.