Fakta Terbaru Korban Dugaan Pelecehan oleh Oknum TNI di Kendari, Ternyata Pelaku Masih Kerabat Dekat Korban
- Istimewa
tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang siswi sekolah dasar di Kendari kembali menyita perhatian publik. Korban yang masih berusia 12 tahun diduga mengalami trauma berat setelah menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum TNI berinisial Sertu MB.
Akibat kejadian tersebut, kondisi psikologis korban disebut sangat terguncang. Ia dikabarkan mengalami depresi, sering menangis histeris, hingga melukai dirinya sendiri karena trauma yang dialaminya.
Sementara itu, Sertu MB hingga kini masih dalam pencarian aparat. Tim gabungan dari Korem 143/Haluoleo Kendari, Kodim 1417/Kendari, dan Polresta Kendari terus memburu terduga pelaku.
- YouTube Denny Sumargo - TikTok tvOnenews
Kisah pilu ini diungkap langsung oleh ibu korban berinisial M.T dalam podcast milik Denny Sumargo.
Dalam tayangan tersebut, hadir pula kuasa hukum keluarga, Andre Darmawan, dan tante korban, Desta Ariesta, yang menceritakan kondisi korban serta perjuangan keluarga mencari keadilan.
Peristiwa itu bermula pada 14 April ketika ayah korban bertemu dengan pelaku di sekolah anak mereka. Anak pelaku diketahui bersekolah di tempat yang sama dengan korban.
Saat itu, pelaku menawarkan diri untuk mengurus kepulangan anak-anak, termasuk korban.
"Karena posisinya biasa memang istri pelaku yang urus mereka mau pulang, tapi istrinya lagi tidak ada, lagi di luar kota,"
Ucapan tersebut membuat Denny Sumargo terkejut setelah mengetahui hubungan keluarga antara pelaku dan korban.
Ternyata, Sertu MB bukan orang asing bagi keluarga korban.
"Suami saya dengan istri pelaku itu saudara kandung," ungkap ibu korban.
Setelah menjemput korban, pelaku diduga membawa anak tersebut ke rumahnya dan melakukan tindakan pelecehan.
"Terakhir dia dijemput, di situlah katanya dia (korban) dibawa ke garasi, di situlah terjadi dia dicium. Pokoknya dia dilecehkan lah, ia berteriak, histeris,"
Korban disebut berusaha melawan sambil menangis ketakutan. Menurut penuturan keluarga, kondisi korban saat itu sangat terpukul.
"Mungkin dia sudah tidak tahan, dia ditinggalkan sama pelaku, kan rumah pelaku itu lantai 2, sempat katanya pelaku naik lantai atas, tapi ini anak sudah diturunkan dari mobil, dia menangis di lantai, mungkin sudah ketakutan, karena waktu mau dilecehkan dia menangis histeris, sudah tidak mau dipegang-pegang,"
Load more