- Kolase Istimewa & YouTube tvOneNews
Pria Paruh Baya Sempat 'Celingak-Celinguk' Cari Alvaro, Kesaksian Marbot Sebelum Alvaro Dijemput Pria Tak Dikenal dan Menghilang
tvOnenews.com - Alvaro Kiano Nugroho (6), bocah yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan sejak Maret 2025 ditemukan meninggal dunia. Kapolsek Pesanggrahan, AKBP Seala Syah Alam membenarkan penemuan jasad Alvaro.
AKBP Seala mengatakan bahwa, pelaku yang membunuh Alvaro hingga tewas telah ditangkap oleh pihak Kepolisian.
"Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan tersangka sudah diamankan," ujar Seala kepada awak media dikutip tvOnenews.com, Senin (24/11/2025).
Sebagaimana diketahui, Alvaro telah menghilang sejak sembilan bulan lalu, tepatnya di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis (6/3/2025).
Hilangnya Alvaro bertepatan pada bulan Ramadhan. Kala itu, bocah berusia enam tahun ini meminta izin hendak melaksanakan shalat Maghrib di Masjid Al-Muflihun di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kebetulan mendiang Alvaro terakhir kali terlihat di area Masjid Al-Muflihun. Kakek korban, Tugimin (71) menduga bahwa cucunya telah diculik oleh seorang pria atau orang tak dikenal (OTK).
Kakek Alvaro Kiano Nugroho Ungkap Ada Pria Separuh Baya Sebelum Korban Hilang
- tangkapan layar YouTube tvOnenews
Di Program Insert Investigasi TRANS TV pada 16 November 2025, Kakek Tugimin menceritakan ada pria separuh baya di dekat area masjid. Keberadaan sosok tersebut sekitar pada pukul 17.00 WIB.
Kata Tugimin, pria yang tidak dikenal tersebut menunjukkan gelagat aneh. Menurutnya, gerak-geriknya sangat mencurigakan.
"Jam 5 sore itu menjelang buka puasa, itu ada orang separuh baya, bapak-bapak separuh baya antara 40-an umurnya, itu mondar-mandir di masjid," ungkap Tugimin dikutip dari kanal YouTube Trans TV Official, Senin.
Ia mendapatkan informasi tersebut dari seorang marbot masjid. Kata Tugimin, pria tak dikenal itu langsung mendapat teguran dari marbot yang bertugas di kawasan masjid tersebut.
Berdasarkan kesaksian dari marbot masjid itu, rupanya pria separuh baya tersebut mengaku sebagai orang tua Alvaro.
"Lantas ditegur sama marbot, 'Bapak nyari siapa?', 'Saya nyari anak saya'. Lalu 'namanya siapa?', 'Alvaro'," tutur Tugimin sambil mengulas percakapan antara marbot masjid dan pria paruh baya itu.
Lebih lanjut, marbot masjid tersebut tampaknya mengetahui keberadaan Alvaro. Kebetulan bocah enam tahun itu tengah bermain sembari menunggu shalat Maghrib.
Tugimin menyampaikan bahwa, kondisi Alvaro kala itu sedang bermain dengan teman-temannya. Korban sempat main lari-larian sebelum dilaporkan hilang.
Tugimin menambahkan, marbot masjid pun menunjukkan keberadaan Alvaro kepada pria tersebut. Sayangnya ia tidak memperhatikan korban lagi.
Marbot Masjid Al-Muflihun itu juga tidak melihat pria tak dikenal tersebut. Sebab sang marbot mengurus hal lain untuk persiapan pelaksanaan shalat Maghrib.
"Setelah itu marbot itu tidak memperhatikan orang tersebut keluarnya lewat mana, atau samping, atau di belakang karena ada pintu belakang juga itu tidak ada yang tahu," jelasnya.
Tugimin selaku kakek korban tentu mengkhawatirkan cucunya. Alvaro biasanya langsung pulang ke rumah setiap setelah shalat Maghrib di masjid.
Tugimin awalnya tidak merasa curiga. Karena cucunya tidak kembali, ia pun coba mencari Alvaro.
Tugimin bahkan sampai menanyakan keberadaan Alvaro kepada teman-teman sebaya korban. Justru upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena mereka tidak mengetahui di mana sosok Alvaro.
"Bahkan anak-anak itu juga enggak ada yang tahu Alvaro meninggalkan masjid itu," lanjutnya.
Petugas Keamanan Masjid Benarkan Alvaro Sering Main di Masjid
Bang Jack, petugas keamanan Masjid Al-Muflihun menyampaikan bahwa, korban selalu bermain di kawasan tersebut. Hal itu terjadi di setiap agenda pelaksanaan shalat berjamaah.
"Ini biasanya anak-anak nih ramai kalau jam-jam segini (sore hari). Semenjak itu beberapa hari sih agak sepi," ungkap Bang Jack.
Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui kapan tepatnya Alvaro hilang. Sebab ia tidak memperhatikan korban.
Ia juga kesulitan mengecek keberadaan korban karena kamera CCTV di masjid tidak berfungsi. Ia mengatakan, kondisi CCTV saat itu masih rusak, sehingga tak bisa melihat Alvaro.
"Cuma dulu nggak berfungsi, sekarang sudah diaktifkan lagi. Intinya sudah diperbaiki semuanya sekarang," jelasnya.
Kakek Tugimin Lapor Polisi atas Hilangnya Alvaro
Rasa was-was Tugimin bergejolak, sehingga ia melaporkan Alvaro telah hilang ke Polsek Pesanggrahan.
Pencarian selama berbulan-bulan. Polisi mulai menemukan titik terang sembari mencari keberadaan Alvaro dengan terus berkomunikasi dengan pihak TNI hingga paranormal.
Justru upaya tersebut berakhir nihil. Tetapi, polisi mulai menemukan titik terang bahwa, ayah tiri korban, Alex Iskandar resmi ditangkap sebagai pelaku beserta adik Alex.
Alex Iskandar Ayah Alvaro Kiano Nugroho Bunuh Diri
Kakek Tugimin menyampaikan bahwa, Alex telah ditangkap oleh polisi. Ia mengatakan, ayah tiri Alvaro melakukan bunuh diri di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan.
"Ya, pelakunya sendiri ternyata adalah ayah tirinya. Bahkan sekarang sudah bunuh diri, meninggal di Polres Jakarta Selatan," kata Tugimin kepada wartawan, Minggu (23/11/2025) malam hari WIB.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly membenarkan cerita dari keluarga korban. Sebab seluruh hasil temuan dari polisi langsung disampaikan kepada pihak keluarga Alvaro.
"(Meninggal) sudah di Polres (Jakarta Selatan). Untuk sementara satu tersangka, yang sudah ditetapkan jadi tersangka, mau ditahan," ujar Nicolas.
Alvaro Kiano Nugroho Ditemukan Meninggal Dunia
Setelah melakukan pencarian selama delapan bulan lebih, Alvaro Kiano Nugroho ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad bocah enam tahun tersebut sudah tidak utuh karena hanya tinggal kerangka.
Penemuan kerangka Alvaro berlangsung di Jembatan Kali Cilalay, Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu, 23 November 2025. Lokasinya terbilang sepi dan cukup jauh dari permukiman warga.
(hap)