Polsek Pesanggrahan Terus Beri Pendampingan Pemulihan Bagi Keluarga Almarhum Alvaro
- Rika Pangesti/tvOnenews.com
Jakarta, tvOnenews.com - Polres Metro Jakarta Selatan melalui Polsek Pesanggrahan terus melakukan pendampingan pemulihan kepada keluarga almarhum Alvaro Kiano Nugroho (8) yaang menjadi korban penculikan hingga ditemukan tewas secara sadis oleh ayah tirinya.
Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam mengatakan pendampingan trauma healing ini merupakan komitmen Polri dalam memeberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat khususnya yang mengalami duka mendalam.
Menurutnya upaya ini diberikan untuk dapat memberikan pemulihan secara keseluruhan terhadap keluarga korban khususnya psikologis.
“Meski telah 40 hari berlalu sejak pemakaman almarhum Alvaro, perhatian dan kepedulian kami tidak berhenti. Kami ingin memastikan keluarga tetap mendapatkan dukungan, baik secara moril maupun psikologis, agar dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang,” kata Sealas kepada awak media, Jakarta, Rabu (14/1/2025).
Tak hanya itu, Seala mengaku kepolisian juga secara berkala menyalurkan bantuan kepada keluara almarhum sebagai bentuk empati atas duka yang mendalam itu.
Seala juga tak lupa mengucapkan apresiasi kepada warga sekitar terkai sikap empati dan solidaritas selama masa duka keluarga alamarhum Alvaro.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan warga yang terus saling mendukung. Sinergi dan kepedulian seperti inilah yang menjadi kekuatan kita bersama dalam menghadapi situasi sulit,” pungkasnya.
Diketahui, Alvaro hilang sejak 6 Maret 2025 saat bulan ramadhan.
Saat itu, ia berpamitan untuk buka puasa bersama di Masjid Jami Al–Muflihun, tak jauh dari rumahnya.
Naasnya, Alvaro ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sebagai kerangka di Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kerangka itu baru ditemukan setelah hampir 9 bulan proses pencarian. Kerangka tersebut ditemukan pada Minggu petang, 23 November 2025, setelah polisi mendapatkan pengakuan dari ayah tiri korban.
Pihak kepolisian dan tim forensik Pusdokkes Polri telah memastikan melalui tes DNA bahwa kerangka tersebut identik dengan Alvaro.
Jenazah Alvaro tidak dikuburkan secara layak, melainkan dibuang sembarangan di lokasi penemuan yang berada di tumpukan sampah di pinggir kali, sehingga menyebabkan bagian tubuhnya berpencar.(raa)
Load more