- YouTube/Trans7Official
Deretan Teror Diterima Ibu Kandung Nizam Usai Laporkan Mantan Suami, Berujung Minta Perlindungan LPSK
“Saat ini Ibu Lisna sedang dilakukan asesmen secara medis oleh dokter LPSK dan akan dilanjutkan dengan asesmen psikologis serta asesmen tingkat ancaman,” ujar Sri Suparyati.
Menurut Sri, ancaman yang diterima Lisnawati setelah pelaporan tersebut sudah cukup mengganggu kondisi mentalnya.
Karena itu, LPSK akan menindaklanjuti permohonan tersebut dengan kemungkinan pemberian perlindungan menyeluruh, baik secara medis, psikologis, maupun sosial.
“Ibu Lisna menyampaikan bahwa setelah adanya pelaporan, beliau mengalami banyak ancaman baik melalui WA, telepon, maupun orang-orang tak dikenal yang menghubungi. Hal ini mengganggu situasi psikologisnya,” kata Sri.
Selain itu, LPSK juga akan memantau proses hukum yang sedang berjalan di Polres Sukabumi.
Menurut Sri, langkah ini penting karena kasus yang menimpa Nizam bukan sekadar dugaan pembunuhan, tetapi kemungkinan besar juga merupakan kelanjutan dari kekerasan dalam rumah tangga yang sudah terjadi berulang kali sebelumnya.
“Kami melihat ini bukan hanya sekadar pembunuhan sebagai akhir dari penganiayaan, tapi jauh sebelumnya telah ada tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga,” tegas Sri Suparyati.
Lisnawati sendiri sebelumnya telah melaporkan mantan suaminya, Anwar Satibi, ke Polres Sukabumi atas dugaan kelalaian dan penelantaran anak.
Laporan itu muncul setelah bukti-bukti menunjukkan bahwa sebelum meninggal dunia, Nizam sempat mengalami penyiksaan fisik yang tidak ditangani dengan baik.
Kini, dengan adanya ancaman terhadap dirinya, Lisnawati berharap LPSK dapat memberikan rasa aman agar ia bisa terus memperjuangkan keadilan untuk anaknya. (adk)