- Instagram/@permadiaktivis2
Profil Abu Janda alias Permadi Arya, Pegiat Viral yang Murka hingga Diusir saat Debat Perang AS-Israel dan Palestina
Jakarta, tvOnenews.com - Sosok pegiat media sosial sekaligus aktivis Permadi Arya biasa disapa Abu Janda kembali menuai sorotan publik.
Abu Janda terekam mengamuk. Pria bernama Permadi Arya itu juga memaki narasumber lain di sebuah acara talkshow Rakyat Bersatu diselenggarakan iNewsTV pada Selasa (10/3/2026) malam.
Acara talkshow yang menghadirkan Abu Janda mengambil tema "Peran AS-Israel Vs Iran Meluas, Kita Harus Bagaimana?".
Di momen itu, Abu Janda tentu menjadi narasumber yang pro-Amerika Serikat (AS). Ia sangat menyayangkan banyak masyarakat Indonesia yang sentimen terhadap AS di tengah eskalasi konflik dengan Iran.
"Amerika itu punya peran besar sekali pada kemerdekaan kita. Orang ingatnya cuma 17 Agustus aja. Orang lupa pada 1945, Belanda balik. Membonceng pasukan NICA untuk melucuti tentara Jepang," kata Abu Janda dikutip, Rabu (11/3/2026).
Perdebatan pun semakin sengit. Momen kontroversial terjadi saat Abu Janda beradu argumen dengan mantan Dubes Indonesia untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti.
Ikrar pun mendesak agar Abu Janda membaca sejarah. Namun aktivis tersebut langsung memotong perkataan Mantan Dubes Indonesia untuk Tunisia itu.
"Anda juga baca sejarah dong. Coba baca buku Nationalism and Revolution in Indonesia karya George McTurnan Kahin. Di situ dijelaskan mengapa Amerika turun tangan. Ketakutan Amerika bahwa Indonesia akan jatuh ke tangan komunis," jelas Ikrar.
Di tengah perdebatan sengit itu, Abu Janda memotong penjelasan Ikrar. Ironisnya, ia melontarkan kata-kata kasar sehingga mendapat peringatan dari moderator, Aiman Witjaksono.
"Jangan bawa-bawa perasaan Pak, lu (Ikrar) nggak suka Amerika, bang Feri (Feri Amsari) tidak suka sama Trump, lu enggak suka sama Israel, itu perasaan lo semua, gue enggak ada urusan sama perasaan lu," tegas Abu Janda sambil berteriak dan berkata kasar.
Abu Janda pun berdebat dengan Feri Amsari. Perdebatan itu ketika membahas keputusan Presiden Prabowo Subianto menetapkan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BOP) dicanangkan Presiden AS, Donald Trump.
Keputusan itu dinilai tidak etis. Feri Amsari berpendapat, bahwa Indonesia harus mengingat jasa Palestina sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia lewat de facto pada 1945.
"Kalau tidak ada bangsawan dari Palestina yang menyumbang untuk kemerdekaan bangsa ini, melalui Agus Salim, belum tentu juga kita merdeka. Jadi, kalau main utang sejarah, sebenarnya kita punya utang besar terhadap bangsa Palestina," beber Feri.
Abu Janda langsung emosional dan mengamuk. Pegiat media sosial itu menilai pernyataan dilontarkan Feri adalah hoaks dan merasa Indonesia tidak berutang budi terhadap Palestina.
"Utang apaan bangsa kita kemerdekaan Palestina? Utang apaan bang? Jangan ngaco. Gue kasih tahu ya, biar lo tahu. Ada hoaks yang bilang katanya, Palestina negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, itu hoaks," geram Abu Janda.
Emosi Abu Janda yang semakin tidak terkendali membuat dirinya diusir dari acara talkshow tersebut. Sontak, video Abu Janda marah-marah berbuah kontroversial hingga viral di media sosial.
Profil Abu Janda alias Permadi Arya
- Instagram/@permadiaktivis2
Permadi Arya memiliki nama populer Abu Janda. Ia mempunyai nama asli Heddy Setya Permadi.
Abu Janda merupakan pegiat media sosial yang lahir di Cianjur, Jawa Barat pada 14 Desember 1973.
Berdasarkan latar belakangnya, Abu Janda pernah menempuh pendidikan di Singapura. Ia mengambil gelar Diploma Ilmu Komputer Informatics IT School Singapura pada April 1997.
Selain itu, Abu Janda juga berhasil menyabet gelar Sarjana Business & Finance di University of Wolverhampton Inggris pada 1999.
Kemudian, Abu Janda pernah bekerja di sejumlah sektor industri. Ia pernah menjadi karyawan di beberapa perusahaan, di antaranya sekuritas, bank swasta hingga perusahaan tambang batu bara mulai tahun 1999 hingga 2015.
Di sisi lain, Abu Janda juga sudah menjadi pegiat media sosial yang memiliki pengaruh luas. Itu terjadi sejak 2015.
Di dunia maya, ia dikenal luas sering melontarkan beragam pendapat terkait isu-isu sosial. Terlebih, ia paling getol membahas isu yang berkaitan dengan intoleransi, radikalisme, hingga kebebasan beragama di Indonesia.
Bahkan, ia kerap kali memberikan komentar terkait peristiwa yang kontroversial. Contohnya terkait pembubaran kegiatan ibadah hingga perusakan tempat ibadah dimiliki oleh kelompok minoritas.
Tak ayal aktivitas Abu Janda di media sosial kerap kali viral. Apalagi dalam urusan membahas kasus kontroversi yang menghebohkan publik.
Anak dari pasangan HM Sudjatna dan Lina Herlin ini pernah memutuskan untuk bergabung sebagai influencer tim sukses Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Pada 2023, ia membuat sikap untuk mendukung Prabowo Subianto yang maju pada Pilpres 2024.
Ia bahkan memutuskan bergabung ke dalam rumah Rumah Besar Relawan Prabowo 08. Di sana, ia tidak sendirian dan ditemani oleh Haris Rusly Moti, Fauzi Baadila, dan Ricky Tamba.
Di tengah aktivitas sebagai pegiat media sosial, beragam komentar Abu Janda sering menuai kontroversi.
Ada beberapa kontroversi Abu Janda yang menghebohkan publik, mulai dari kasus Islam Arogan, dugaan rasisme terhadap Natalius Pigai, konflik Israel-Palestina, dianggap sebagai buzzer politik.
Pada 2025, Abu Janda sempat menggegerkan publik. Pasalnya, ia dikabarkan sebagai komisaris di perusahaan anak BUMN jalan tol pada 2025.
Namun perusahaan anak BUMN itu membantah kabar viral tersebut. Keputusan menjadikan Abu Janda sebagai komisaris adalah hoaks.
Terkini, Abu Janda kembali membuat kontroversi. Ia mengamuk di tengah perdebatan saat membahas konflik AS-Israel dengan Iran hingga tidak terima kemerdekaan Indonesia pertama kali diakui Palestina.
(hap)